MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Regenerasi atlet disabilitas menjadi salah satu tantangan besar dalam pembinaan olahraga di daerah. Proses pencarian atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat kompetisi membutuhkan waktu dan usaha ekstra panjang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua NPCI Kabupaten Majalengka, Akbar Mardiansyah menjelang perhelatan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.
Baca Juga: Rp70 Miliar untuk Rumah Sakit di Selatan Majalengka
NPCI Majalengka bakal mengirimkan 49 atlet untuk bertanding di 11 cabang olahraga. Kompetisi olahraga disabilitas tingkat provinsi ini dijadwalkan bergulir di Kota Bandung pada 22–28 November 2026.
Akbar menegaskan bahwa para atlet saat ini giat melakukan persiapan matang di cabang olahraga masing-masing. Pengurus NPCI rutin memantau proses latihan demi memastikan kesiapan seluruh kontingen.
“Alhamdulillah kami rasa sampai dengan saat ini atlet-atlet sudah siaplah untuk berkompetisi,” ujar Akbar, Selasa (3/11/2026).
Kirim 49 Atlet Baru di 11 Cabang Olahraga Peparda Jabar
Sebagian besar atlet yang berangkat kali ini merupakan hasil program regenerasi. Mereka menggantikan posisi para atlet senior peraih medali emas empat tahun lalu yang sudah pensiun karena faktor usia.
“Jadi kita mengirimkan atlet-atlet regenerasi atau atlet-atlet baru, di mana atlet-atlet yang dulu mengirimkan ataupun memperoleh medali emas pada saat di Peparda 4 tahun yang lalu sekarang tidak ikut berkompetisi,” katanya.
Akbar mengungkapkan tantangan mendasar dalam mencari bibit atlet disabilitas berprestasi di daerah.
“Untuk mencari disabilitas itu memang mudah. Tapi untuk mencari teman-teman disabilitas yang berprestasi, ya memang itu kita agak sulit,” ungkapnya.
NPCI Majalengka saat ini membina 70 hingga 80 atlet. Pihaknya menyaring 49 atlet terbaik untuk berlaga di Peparda 2026. Para atlet bertanding di cabor angkat berat, catur, tenis lapang, tenis meja, renang, atletik, voli duduk, panahan, hingga menembak.
Akbar mengapresiasi dukungan Kodim Majalengka yang menyediakan fasilitas latihan untuk cabor menembak. Dukungan tersebut memudahkan atlet menjalankan persiapan intensif.
Mengenai bonus, Akbar berharap Pemkab Majalengka mempertahankan besaran kadeudeuh bagi peraih medali. Pada edisi sebelumnya, atlet menerima bonus Rp40 juta untuk medali emas, Rp25 juta untuk perak, dan Rp15 juta untuk perunggu.
“Yang kita khawatirkan di era efisiensi ini, bonus bakal khawatir turun. Tapi alhamdulillah, kemarin Pak Bupati sudah menyampaikan bahwasanya untuk bonus itu minimalnya tetap, ya, dan mudah-mudahan berpotensi naik,” pungkas Akbar.
(Jilly Ortega)



