TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suara riuh anak-anak mengeja huruf terdengar bersahut-sahutan di sebuah sudut sekolah dasar pelosok Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pemandangan memprihatinkan tersaji di sana. Alih-alih duduk nyaman di dalam kelas, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cioray harus rela berhimpitan di teras sekolah dan ruang kantor.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bojonggambir mengubah hari-hari sekolah menjadi ujian kesabaran yang berat. Bangunan ruang kelas dua yang sudah lapuk akhirnya ambruk setelah tak kuasa menahan terjangan cuaca ekstrem. Material reruntuhan bangunan berserakan di lokasi kejadian.
Baca Juga: JNE Resmi Kantongi Sertifikat Halal, Begini Cara Perusahaan Jaga Kiriman Produk
Bagi anak-anak SDN Cioray, menuntut ilmu kini penuh kecemasan. Pihak sekolah terpaksa mengosongkan lima ruangan karena dinilai sudah tidak aman dan tidak layak pakai. Bahkan, satu ruangan lain sudah lebih dulu terbengkalai setelah bagian atapnya roboh.
Pihak sekolah memutar otak demi menjaga kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Rombongan belajar terpaksa digabungkan ke dalam satu ruangan tersisa yang masih utuh. Sebagian siswa lainnya mengungsi ke ruang kantor dan teras sekolah.
“Ya ini belajar di teras karena ruangannya ambruk. Harapannya cepat ada pembangunan, ini tidak nyaman dan takut terkena air hujan,” ungkap Nasarudin, murid kelas 5 SDN Cioray dengan polos.
Husna mengonfirmasi kondisi tersebut, rekan sekelasnya. Ia mengaku kesulitan berkonsentrasi karena gangguan dari lingkungan sekitar serta cipratan air hujan yang membasahi area duduk mereka.
Jeritan Hati Guru dan Respons Cepat Dinas Pendidikan Tasikmalaya
Keprihatinan mendalam juga telah para tenaga pendidik sarankan. Maya Nuraeni, salah seorang guru SDN Cioray, menceritakan betapa sulitnya menyampaikan materi pelajaran dalam situasi darurat ini.
“Siswa tidak fokus belajar dengan kondisi seperti ini. Bangunan ini sangat memprihatinkan dan kami berharap segera mendapat perbaikan atau pembangunan. Kami juga berharap ada bantuan sementara berupa tenda belajar,” ujar Maya penuh harap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Cioray, Andi Ruspiandi menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah evakuasi sesaat setelah bangunan ambruk. Langkah cepat tersebut bertujuan menyelamatkan nyawa murid dan guru dari bahaya susulan.
Kabar ambruknya fasilitas pendidikan di pelosok Tasikmalaya ini langsung memicu respons dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat mendata kerusakan dan memasukkan SDN Cioray ke dalam daftar prioritas penanganan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi menyatakan bahwa pihaknya langsung mengusulkan perbaikan infrastruktur tersebut.
“Sudah masuk dalam daftar mengusulan revitalisasi sekolah yang rusak, tinggal menunggu perbaikan. Bahkan besok kami akan berangkat ke kementerian untuk memperkuat usulan agar terlebih dahuluh mendahulukan perbaikannya,” tegas Wandi.
Kini, para siswa, guru, dan orang tua murid SDN Cioray menggantungkan asa kepada pemerintah. Mereka menanti langkah nyata agar ruang kelas baru bisa segera berdiri tegak, serta hadirnya fasilitas darurat seperti tenda belajar demi menjamin keselamatan kegiatan belajar di musim hujan.
(Abdul Latif)



