spot_imgspot_img
Rabu 21 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengepul Janur Pangandaran Kirim 4.000 Batang per Pekan ke Bali, Kemarau Jadi Tantangan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pengepul di Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran mengirim 4.000 batang janur setiap pekan. Pengiriman ini menembus wilayah Banyuwangi Jawa Timur sebelum menyeberang menuju Bali.

Pengepul kelapa dan janur di Dusun Nanggewer Ade Kasman melakoni bisnis pengiriman antarprovinsi ini selama lima tahun.

Baca Juga: Atlet Disabilitas Pangandaran Pertanyakan Anggaran Peparda, Disdikpora Siapkan Solusi

Awalnya, pemesan hanya meminta 100 batang janur guna memenuhi kebutuhan ritual keagamaan Hindu.

“Awalnya sedikit-sedikit, paling 100 batang dijual ke Jawa Timur. Buat sesajen, ritual. Katanya, ibadahnya setiap hari harus pakai janur,” kata Ade, Rabu (21/10/2026).

Janur Jadi Bahan Utama Ritual Keagamaan Masyarakat Bali

Permintaan janur melonjak pesat hingga ribuan batang sekali kirim seiring berjalannya waktu. Ade rutin mengemas pengiriman ke Banyuwangi satu kali dalam sepekan.

Masyarakat Hindu Bali menempatkan janur sebagai bahan utama pembuatan canang sari dan ceper persembahan.

Masyarakat Hindu merangkai janur segar setiap pagi sebagai bentuk rasa syukur harian.

Ade mengumpulkan daun kelapa muda ini dari Pamarican Kabupaten Ciamis, wilayah Pangandaran, serta perkebunan sekitar.

Pekerja memilah janur berdasarkan tingkatan kualitas sebelum membungkus kiriman.

Janur kualitas premium menembus harga Rp11.000 per batang. Janur kelas B berukuran pendek seharga Rp6.000, sedangkan kelas C seharga Rp5.000 per batang.

Kemarau Panjang Menyusutkan Pasokan Janur dari Petani

Musim kemarau yang melanda wilayah Priangan Timur saat ini mengganggu pasokan bahan baku dari petani.

“Banyak pengaruhnya. Biasanya ada yang ngirim 1.000, sekarang paling 200,” tutur Ade.

Petani pemanjat pohon kelapa Dasim memilih meliburkan aktivitas memetik janur akibat kekeringan. Daun kelapa menguning serta rusak selama kemarau.

“Sekarang lagi libur ambil kelapa dan janur, soalnya enggak ada. Kemarau ini jadi jelek-jelek, jadi enggak ambil. Saya fokus nyari rumput buat kambing,” kata Dasim.

Kendala cuaca ini menguji daya tahan rantai pasok janur lokal menuju pasar luar daerah. Kelancaran pasokan dari petani menentukan stabilitas bisnis pendorong ekonomi warga lokal ini.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru