spot_imgspot_img
Rabu 21 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Atlet Disabilitas Pangandaran Pertanyakan Anggaran Peparda, Disdikpora Siapkan Solusi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Puluhan atlet disabilitas dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pangandaran mendatangi Kantor Disdikpora Pangandaran. Mereka mengendarai sepeda motor roda dua dan tiga, Rabu (21/10/2026).

Kedatangan para atlet ini guna mempertanyakan kejelasan anggaran keberangkatan menuju ajang Peparda di Bandung.

Baca Juga: Begini Cara Puskesmas Sindangwangi Pangandaran Putus Rantai TBC

Atlet tenis meja Nil Edwin (55) membeberkan bahwa keterbatasan dana mengancam sarana dan prasarana atlet.

“Yang dibahas tentang anggaran yang tidak mencukupi untuk keberangkatan kami selaku para atlet. Minimal ya untuk sarana dan prasarananya,” kata Edwin pada Rabu (21/10/2026).

Edwin menyebut 20 atlet sebenarnya sukses melakoni proses klasifikasi mandiri di Bandung. Namun, dinas hanya memberangkatkan 11 atlet akibat krisis anggaran.

“Mereka yang mengikuti klasifikasi itu meluangkan waktunya, tenaga, pikiran juga nominalnya. Tapi setelah lolos dengan persyaratan semuanya ternyata tidak bisa berangkat,” ujarnya.

Atlet Soroti Ketimpangan Fasilitas Antara NPCI dan KONI

Para atlet mencium adanya ketimpangan perlakuan jika membandingkan dengan atlet normal di bawah naungan KONI. KONI menerima fasilitas lengkap, sementara atlet disabilitas hanya memperoleh jersey.

“Kami juga difasilitasi tapi hanya sebatas jersey, makan, minum. Nama atlet itu butuh untuk pelatihan. Uang saku untuk pelatihan tidak ada,” kataya.

Edwin menjelaskan bahwa nilai hibah bersih untuk NPCI hanya menyisakan sekitar Rp37 juta pasca potong pajak dari total Rp42 juta. Besaran ini gagal menampung kebutuhan 20 atlet.

Edwin menagih kesetaraan perlakukan pemerintah daerah. Pada era kepemimpinan sebelumnya, atlet peraih medali selalu mengantongi bonus dan uang saku memadai.

“Kalau saat ini hanya difasilitasi baju, sepatu tidak. Hanya kelengkapan jersey saja,” tegas peraih medali perak ini.

Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Pangandaran Arman Danismaya mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran pemda. Kendati demikian, dinas tetap berupaya mencari jalan keluar terbaik.

“Teman-teman dari NPCI menanyakan kegiatan Peparda tahun sekarang karena kondisinya memang efisiensi. Tapi meski seefisiensi kita tetap memfasilitasi karena mereka atlet yang membawa nama baik Kabupaten Pangandaran,” kata Arman.

Arman menguraikan bahwa ajang Peparda memerlukan anggaran besar karena melibatkan pendamping khusus. Beberapa atlet disabilitas membutuhkan hingga tiga pendamping untuk membantu mobilitas harian.

Dinas mencatat dana hibah untuk kegiatan KONI mencapai Rp700–800 juta. Sebaliknya, anggaran hibah untuk NPCI belum masuk ke dalam DPA dinas.

Arman berjanji melayangkan permohonan solusi anggaran ini langsung kepada pimpinan daerah.

“Kita akan berusaha, saya akan komunikasi dengan pimpinan. Pasti pimpinan punya solusi,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru