CIAMIS,FOKUSJabar.id: Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan dua sanksi berat kepada PSGC Ciamis. Hukuman ini buntut insiden ricuh saat laga Pegadaian Championship 2026–2027 melawan PSIS Semarang.
Laga panas tersebut berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: Ganjar Kurniawan Comeback Bersama PSGC Ciamis, El Capitano Menjawab Kerinduan Suporter
Komdis PSSI memberikan denda Rp15 juta kepada manajemen PSGC Ciamis. Lembaga ini juga melarang kehadiran suporter PSGC dalam satu laga tandang ke markas PSIS Semarang.
Selain klub, panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSGC merogoh kocek denda Rp20 juta akibat kelalaian keamanan.
Manajemen PSGC Ciamis mengunggah Surat Keputusan Komdis PSSI tertanggal 20 Oktober 2026 melalui media sosial resmi klub.
Komdis PSSI menilai PSGC melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025. Suporter PSGC dan suporter PSIS Semarang terlibat bentrokan saat pertandingan serta usai laga.
Panpel Gagal Amankan Area, Bus PSIS Semarang Tertahan 30 Menit
Sanksi larangan suporter tandang langsung berlaku sejak Komdis PSSI menerbitkan keputusan resmi. Pihak PSGC Ciamis masih mengantongi hak mengajukan banding sesuai Pasal 117 Kode Disiplin PSSI.
Namun, sanksi denda Rp20 juta untuk panitia pelaksana tidak memberikan celah banding. Komdis PSSI menilai panpel gagal menjalankan tugas menjaga keamanan stadion.
Kelalaian panpel membuat bus rombongan tim PSIS Semarang terjebak dan tertahan di stadion selama 30 menit.
Secara keseluruhan, PSGC Ciamis dan panpel harus menanggung total denda sebesar Rp35 juta.
Dirut I.League Ferry Paulus Buka Suara Soal Sanksi Suporter
Direktur I.League Ferry Paulus membeberkan alasan penjatuhan hukuman dari Komdis PSSI dalam konferensi pers. Kericuhan antar-suporter menjadi pertimbangan utama penegakan aturan disiplin ini.
“Kebijakan mengenai kehadiran suporter tandang telah didorong selama hampir tiga tahun. Meski suporter tandang telah diizinkan hadir dengan sejumlah ketentuan, potensi rivalitas dan kericuhan tetap menjadi perhatian,” ungkap Ferry, Rabu (21/10/2026).
Ferry menegaskan bahwa rekomendasi kepolisian memegang peranan kunci dalam mengucurkan izin suporter tandang.
Sanksi ini memicu evaluasi total bagi PSGC Ciamis guna memperketat pengamanan pertandingan. Panpel, klub, aparat, serta suporter wajib bersinergi demi menjaga kondusivitas kompetisi sepak bola.
(Mia)



