MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Aktivitas pertambangan yang diduga belum sesuai dengan ketentuan perizinan. Menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Pimpinan Bersama Forkopimda Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengka Eman Suherman menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menangani berbagai persoalan di wilayah, termasuk aktivitas pertambangan yang menjadi perhatian.
“Menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, dan para camat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Serta memastikan situasi di Kabupaten Majalengka tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Baca Juga: Oknum PPPK Dinkes Majalengka Ditangkap di Tasikmalaya
Dalam rapat tersebut, aktivitas pertambangan yang diduga belum sesuai ketentuan. Menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan lingkungan, kondisi jalan, maupun aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Bea Cukai Jabar Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal
Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan legalitas dan penanganannya sesuai kewenangan masing-masing.
Selain persoalan pertambangan, rapat juga membahas keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai penting agar berbagai potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan. Unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri Majalengka, Pengadilan Negeri Majalengka, Sekda, jajaran OPD, serta para camat se-Kabupaten Majalengka.
(Jilly Ortega)



