spot_imgspot_img
Rabu 21 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pria Terduga ODGJ Bacok Dua Polisi dan Warga di Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang pria terduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk di Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Pelaku berinisial A (60) membacok dua anggota Polsek Banjarsari dan seorang warga menggunakan kapak.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar membeberkan kronologi insiden berdarah ini melalui sambungan telepon, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Minta Maaf Soal Insiden PSIS, PSGC Ciamis Komitmen Jaga Sportivitas Sepak Bola

Eko menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat piket Polsek Banjarsari menerima laporan penganiayaan warga. Pelaku pembacokan tersebut kemudian bersembunyi di atas atap rumah.

“Mendapat informasi itu anggota Polisi dari Polsek Banjarsari langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menuju lokasi kejadian,” kata Eko.

Pelaku Mengamuk Usai Petugas Damkar Menyemprotkan Air

Saat polisi tiba di lokasi, warga sudah mengerumuni area luar rumah. Pelaku tetap bertahan di atas atap dan menolak bujukan warga.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) akhirnya menyemprotkan air selang ke arah atap guna memaksa pelaku turun.

“Karena dengan cara dibujuk tidak juga turun maka yang beraksi personel Damkar, pelaku itu disemprot menggunakan selang Damkar,” ucapnya.

Menyusul semprotan air tersebut, pelaku mendadak turun dan merangsek ke arah kerumunan warga. Pelaku mendadak menyerang secara membabi buta menggunakan kapak.

“Saat akan diamankan pelaku mengamuk dan membacok anggota Polisi dan warga,” jelas Eko.

Petugas Gabungan Melumpuhkan Pelaku di Lokasi Kejadian

Aparat kepolisian bersama petugas Damkar dan warga akhirnya mengendalikan amukan pelaku.

Namun, pelaku menghembuskan napas terakhir di RSUD pasca insiden tersebut. Amuk amarah warga yang geram atas aksi keributan berulang memicu insiden fatal tersebut.

“Pelaku meninggal dunia di RSUD diduga akibat keroyokan massa yang geram dengan prilaku nya kerap membuat keributan di kampung itu,” ungkap Eko.

Saat ini, para korban sabetan kapak menjalani perawatan medis secara intensif.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru