PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim kemarau panjang memicu puluhan kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sedikitnya 27 kejadian kebakaran lahan tercatat sepanjang September 2026.
Data tersebut dicatat Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran. Kebakaran terjadi hampir merata di sejumlah wilayah kecamatan.
Baca Juga: Merokok di Kawasan Wisata Pangandaran Didenda Rp50 Juta
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran Ade Soed mengatakan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan perkebunan dan kawasan perbukitan.
”Pada bulan September sekarang sudah 27 titik kejadian kebakaran,” kata Ade Rabu, (23/9/2026).
Jumlah tersebut, kata Ade, belum termasuk kejadian kebakaran lahan yang terjadi pada Agustus maupun bulan-bulan sebelumnya.
September menjadi salah satu periode dengan frekuensi kebakaran lahan yang cukup tinggi di Kabupaten Pangandaran.
Sebagian kebakaran bahkan dapat ditangani masyarakat secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
”Warga juga ada yang memadamkan menggunakan ranting pohon,” ujarnya.
Namun, kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan perbukitan sehingga kendaraan pemadam tidak selalu bisa menjangkau lokasi.
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih
”Yang menjadi kendala untuk pemadaman kobaran api yaitu akses menuju titik lokasi yang mengalami kebakaran. Karena banyak juga terjadi di area perbukitan. Kalau dekat pemukiman, itu bisa terjangkau,” jelasnya.
Ade mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.
”Jangan membakar rumput, jangan buang puntung rokok sembarangan, dan pastikan fasilitas yang memicu api seperti kabel listrik di rumah bisa diantisipasi,” pungkasnya.
(Sajidin)



