spot_imgspot_img
Kamis 10 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekda Ciamis: Pilkades Digital Lebih Efisien

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis Jawa Barat (Jabar) terus mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 yang akan menggunakan sistem digital.

Sosialisasi terkait mekanisme dan penggunaan sistem digital terus di lakukan agar seluruh pihak yang terlibat. Khususnya panitia Pilkades memahami teknis pelaksanaannya di lapangan.

BACA JUGA:

OMI 2026 di Ciamis Diikuti 1.261 Siswa, Peserta Terbaik Bersiap Melaju ke Tingkat Jabar

Kegiatan sosialisasi kembali di gelar di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Ciamis, Kamis (10/9/2026).

Sekda Ciamis, Andang Firman Triyadi mengatakan, sosialisasi menjadi bagian penting dalam persiapan penerapan sistem digital pada Pilkades mendatang.

Menurutnya, sistem digital merupakan hal baru yang perlu di pahami secara menyeluruh. Sehingga tidak menimbulkan kebingungan ketika di terapkan dalam proses pemilihan.

“Hari ini kita melakukan sosialisasi bagaimana penyelenggaraan Pilkades. Sebelumnya sudah ada, kemudian karena sekarang ada yang baru, kita menggunakan digitalisasi,” ujar Andang.

Ia menegaskan, sosialisasi tidak hanya membahas penggunaan teknologi. Tetapi juga berbagai kondisi yang mungkin di temui di lapangan. Termasuk masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler atau mengalami kendala dalam menggunakan sistem digital.

“Jangan sampai menjadi paranoid karena belum di jelaskan. Bagaimana menggunakannya, bagaimana yang tidak punya handphone, hari ini kita jelaskan semuanya sehingga clear,” katanya.

Andang memastikan, Pemkab Ciamis telah melakukan persiapan secara bertahap. Regulasi Pilkades sudah tersedia. Sementara penganggaran dan pembentukan panitia juga telah di siapkan.

“Sangat-sangat siap. Setelah aturan sudah, sekarang sosialisasi, penganggaran juga sudah siap. Yang penting tinggal kesiapan di pemilihan. Panitianya sudah terbentuk, sudah di lantik,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, simulasi penggunaan sistem digital juga akan di lakukan. Hal tersebut untuk memastikan panitia benar-benar memahami mekanisme sebelum pelaksanaan Pilkades.

BACA JUGA:

Mesin Oven Bocor, Pabrik Kerajinan Panahan di Purwadadi Ciamis Terbakar

Andang menilai, penerapan digitalisasi dapat membuat proses pemilihan lebih efisien. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan ketersediaan perangkat keras yang di butuhkan.

“Yang pasti lebih efisien. Tapi yang pasti kita harus ada perangkat kerasnya. Paling dengan sewa kita nanti,” jelasnya.

Menurut Andang, digitalisasi juga di harapkan mampu meminimalisasi potensi kecurangan. Pasalnya, data pemilihan akan tercatat secara langsung. Sehingga lebih sulit untuk di ubah.

“Kita meminimalisasi kecurangan. Karena datanya langsung dan tidak bisa di ubah-ubah. Jam berapa dia memilih, langsung ada,” katanya.

Meski demikian, Andang menekankan penggunaan teknologi harus di barengi dengan integritas penyelenggara.

Panitia dan petugas di lapangan harus mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.

Ia juga mengingatkan agar hak masyarakat tetap terjamin. Termasuk warga yang membutuhkan pendampingan untuk menuju tempat pemungutan suara.

“Kita harus percaya kegiatan ini adalah pesta demokrasi. Harus di lakukan dengan rasa senang, akuntabel dapat d ipercaya bahwa proses ini tidak ada kecurangan. Bebas, langsung dan rahasia,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru