spot_imgspot_img
Senin 7 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ahmad Bajuri Tanggapi Kader Partai Demokrat Pindah Haluan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demoktat DPD Jawa Barat (Jabar), Ahmad Bajuri menangapi isu soal kader pindah haluan.

Bagi Dia, itu merupakan hak individunya masing-masing dan bagian dari kebebasan berserikat yang di jamin dalam demokrasi. Secara umum dalam Partai Politik (Parpol) pindah haluan merupakan hal yang wajar. 

BACA JUGA:

Wakil Bupati Pangandaran Kepincut Partai Demokrat?

Pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan sejumlah kader yang memilih pindah ke partai lain. 

“Kami menghormati hak demokrasi setiap individu dalam menentukan pilihan politik. Termasuk keputusan untuk bergabung maupun meninggalkan Partai Demokrat,” kata Bajuri. 

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, kebebasan menentukan sikap politik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Demokrat tidak bisa menahan siapa pun yang memutuskan untuk melanjutkan perjuangan politiknya di partai lain.

Dia memastikan hingga saat ini soliditas internal Partai Demokrat tetap terjaga dengan baik.

“Kader-kader militan kita sangat solid. Kalau ada yang keluar, pasti ada kader baru yang masuk,” katanya.

Bajuri juga menegaskan bahwa regenerasi kaderl terus berjalan. Dengan soliditas yang tetap terjaga, Dia optimistis demokrat akan terus berperan aktif dalam dinamika politik daerah serta memperjuangkan kepentingan rakyat.

Menurut mantan Sekretaris Jenderal Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), banyak kader Demokrat yang sempat pindah partai. Namun kini kembali lagi ke rumah Demokrat.

Dalam  beberapa bulan terakhir ini, Dia banyak menerima kader baru dari berbagai warna parta, pensiunan ASN,TNI, pengusaha, mantan Bupati/Wakil Bupati dan Caleg dari partai lain ingin berkiprah di Demokrat.

BACA JUGA:

Partai Demokrat Tancap Gas di Pangandaran, Ini Targetnya

“Demokrat sebagai partai terbuka tentu saja menyambut baik yang mereka yang ingin ikut berkiprah,” ungkapnya.

Perkembangan kader yang gabung ke Demokrat menunjukan respona positif dan merupakan pilihan hati secara rasional.

Pindah partai adalah hak individu yang di lindungi UU. Partai tidak bisa menahan, memeras atau mempidanakan orang yang keluar.

Tapi secara politik, pindah partai punya konsekuensi. Yakni, kehilangan jabatan di partai lama, kepercayaan publik bisa naik-turun dan harus membangun kredibilitas lagi di partai baru.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru