TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Mengangkat keanggunan warisan budaya lokal ke panggung megah, Demode Artist Management Tasikmalaya kembali membuat gebrakan lewat gelaran bergengsi “Pesona Batik Kreasi Nusantara 2026”.
Perhelatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (6-7/9/2026), sukses menyulap Atrium Mayasari Plaza Kota Tasikmalaya menjadi pusat perhatian para pecinta mode dan budaya.
Suasana semakin semarak saat panggung utama menampilkan puluhan talenta dari Demode Artist Management. Mereka memperagakan busana bermotif batik kreasi yang penuh makna kehidupan, doa, serta harapan masa depan. Tiga model ikonis Batik Award jebolan Demode Adinda Aurora Laurin, Salwa Azia Althafuniss, dan Akmal Faqih—tampil memukau dan berhasil menyedot decak kagum ratusan pasang mata.
Tidak hanya pameran busana, gelaran ini juga menyajikan ruang edukasi interaktif melalui workshop membatik. Kegiatan ini mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal secara mendalam proses di balik canting dan kain batik.
Edukasi Generasi Muda dan Dukungan Kementerian
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara. Menurutnya, acara ini merupakan media pembelajaran yang sangat efektif untuk membumikan kembali sejarah dan proses perbatikan Nusantara.
“Di dalam workshop batik ini, dijelaskan langsung tata cara membatik oleh para perajin dari rumah batik Tasikmalaya. Ini tentu sangat berguna, apalagi penyelenggara juga melibatkan para pelajar tingkat SMP dan SMA untuk ikut membatik di arena acara,” ungkap Dicky Candra, Minggu (6/9/2026).
Dicky menambahkan bahwa keterlibatan pelajar adalah langkah strategis agar regenerasi perajin dan kecintaan terhadap budaya lokal tidak terputus di tengah arus modernisasi.
“Kalau sejak sekolah sudah dikenalkan, rasa cinta terhadap batik dan budaya lokal akan terus tumbuh. Nanti mereka yang akan meneruskan sebagai generasi penerus potensi daerah,” kata dia.
Ia juga menyambut hangat kehadiran pejabat Kementerian Kebudayaan RI, Yudi Wahyudin, sebagai wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi seni dan budaya daerah.
“Saya berterima kasih dan bersyukur dengan hadir Pak Yudi. Ini tentu menjadi semangat kita bersama untuk membangkitkan batik asli daerah karena sudah mendapat perhatian dan dukungan dari pusat,” ujarnya.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI dapat makin terbuka lebar, khususnya dalam mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Tentunya kami berharap pemerintah daerah dan Kemenbud RI bisa memperkuat kolaborasi, khususnya dalam pengembangan budaya daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Dicky menegaskan bahwa batik bukan sekadar warisan fisik nenek moyang, melainkan mahakarya yang sarat nilai filosofi dan potensi ekonomi tinggi. Apalagi, Kota Tasikmalaya telah lama dikenal memiliki sentra batik khas yang mampu menembus pasar internasional.
BACA JUGA: 44 Hafizh Diwisuda, Program OHAN Hafizh Tasikmalaya Beri Jalan ke Sekolah hingga Kuliah
Melalui panggung Pesona Batik Kreasi Nusantara 2026, para perajin lokal diharapkan makin bersemangat melahirkan karya inovatif, sementara masyarakat kian bangga menggunakan produk dalam negeri.
“Pemerintah Kota akan terus mendukung setiap inisiatif yang mengangkat budaya daerah. Sebab, budaya adalah identitas diri sekaligus penggerak roda industri ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” pungkasnya.
(Seda)



