BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai memasuki wilayah Bandung. Kondisi tersebut berdampak pada operasional Bandara Internasional Husein Sastranegara yang ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan, penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia.
Terkait indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.Status Aerodrome Closed ditetapkan mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Tertibkan 19 Reklame Bando Sepanjang 2026, Puluhan Personel Terus Patroli
“Sebanyak 8 penerbangan terdampak penutupan sementara di Bandara Husein Sastranegara, terdiri dari 4 kedatangan dan 4 keberangkatan,” kata Arie dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, empat penerbangan kedatangan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bali-Bandung, serta masing-masing satu penerbangan dari Balikpapan-Bandung dan Surabaya-Bandung.
Empat Penerbangan Terdampak
Sementara itu, empat penerbangan keberangkatan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bandung-Surabaya, serta masing-masing satu penerbangan Bandung-Bali dan Bandung-Balikpapan.
Total terdapat 1.344 calon penumpang yang terdampak akibat penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara.
Arie menegaskan, keputusan penutupan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
“Sesuai NOTAM terbaru, Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memantau informasi mengenai penerbangan dan opsi lainnya dari maskapai,” jelasnya.
Pihak bandara masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan apakah operasional penerbangan dapat kembali dibuka.
Penerbangan Dihentikan Sementara
Di tengah penghentian sementara penerbangan, pelayanan terhadap penumpang terdampak tetap dilakukan.
InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di Bandara Husein Sastranegara.
Sejumlah layanan disiapkan untuk membantu penumpang selama menunggu kepastian penerbangan, di antaranya pemberian makanan dan minuman ringan serta asistensi dari staf bandara.
Baca Juga: Farhan Ungkap Standar Baru Jalan Bandung, Disabilitas Jadi Prioritas Tertinggi
Pihak Bandara Husein Sastranegara juga memberikan refreshment berupa air minum kepada penumpang terdampak.
Selain itu, penumpang mendapatkan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebagai bagian dari dukungan pelayanan di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.
“Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



