CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus mempercepat digitalisasi hingga tingkat desa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ciamis kini menyiapkan sosialisasi aplikasi Superdesa Versi 2 (V2).
Aplikasi berbasis website ini siap mempermudah kerja pemerintah desa. Selain itu, warga juga bisa mengakses layanan publik dengan lebih cepat.
Baca Juga: Dampak Gempa M 5,4 Cilacap Terasa hingga Ciamis, Rumah Warga Rusak 56 Persen
Kepala Diskominfo Ciamis Enda Hidayat menyampaikan hal tersebut, Jumat (4/9/2026).
“Superdesa ini disiapkan oleh Diskominfo Kabupaten Ciamis untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh desa,” ujar Enda.
Integrasi Layanan Surat dan Kependudukan
Sistem baru ini membawa banyak perubahan penting. Pemkab Ciamis memperkuat keamanan data dan memperbarui tampilan aplikasi.
Aplikasi ini juga menyatu dengan layanan kependudukan Silancar dan aplikasi Helo Ciamis.
“Pada versi terbarunya, aplikasi ini dikembangkan dengan sistem yang lebih terintegrasi, termasuk dengan layanan administrasi kependudukan melalui aplikasi Silancar dan ekosistem digital Helo Ciamis,” jelasnya.
Fitur E-Office Mempercepat Urusan Dokumen
Superdesa V2 mengusung konsep satu pintu. Fitur E-Office membantu perangkat desa mengelola data pegawai dan surat-menyurat elektronik.
Warga kini bisa mengajukan surat secara efisien dan transparan.
“Melalui fitur tersebut, proses pengajuan surat oleh masyarakat hingga administrasi surat keluar pemerintah desa diharapkan dapat berjalan lebih tertib, efisien dan mudah ditelusuri,” tuturnya.
Melalui modul Silancar, warga bisa mengurus dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian secara mudah.
Promosi Wisata dan UMKM Desa Pemerintah desa bisa memanfaatkan situs web ini untuk membagikan berita dan data statistik. Fitur ini juga menjadi wadah promosi bagi produk UMKM dan tempat wisata lokal.
Perangkat desa cukup membuka peramban tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Warga juga bisa mengawasi layanan desa langsung dari ponsel pintar.
“Cukup melalui perangkat telepon genggam, harapannya masyarakat dapat memperoleh informasi publik, membaca berita desa hingga memantau kebutuhan administrasi dari mana saja dan kapan saja,” pungkas Enda.
(Mia)



