spot_imgspot_img
Jumat 28 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Desa Wanasigra Ciamis Taat Larangan Karuhun

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Warga Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) hingga kini masih teguh memegang tatakon (larangan) leluhur.

Kondisi tersebut di benarkan Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi. Menurutnya, ada empat larangan bagi warga yang sampai saat ini masih di pegang teguh. Mereka takut kena karma jika melanggarnya.

BACA JUGA:

Ratusan Warga Wanasigra Ziarah ke Makam Syeh Padamatan

“Warga di sini dilarang menyembelih Kerbau Bule, jangan menabuh Goong, anak yang menjadi pengantin sunat jangan pakai pangsi hitam dan warga juga tidak di perbolehkan membuat sumur air berbentuk bulat,” katanya.

Dia menyebut, semua larangan tesebut harus di laksanakan oleh warga Desa Wanasigra agar tidak terkena bala atau kutuk dari para leluhur.

“Filosofi dari semua larangan itu artinya kita harus hidup sederhana jangan berfoya foya,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang tidak menaati larangan, untuk sanksinya di serahkan kepada keyakinan masing-masing.

“Urusan hukum bagi yang melanggar larangan itu bukan urusan pemerintah. Tapi di serahkan kepada keyakinan mereka. Warga di sini masih mematuhi larang itu,” jelasnya.

BACA JUGA:

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

Dia mengatakan, di Desa Wanasigra setiap tahun di gelar acara adat Merlawuh.  Di mana sebelum acara puncak melakukan ziarah ke Makam Syeh Padamatan. Sebelumnya warga juga telah melaksanakan penyucian barang-barang peninggalan Karuhun. Salah satunya keris.

“Penyucian barang peninggalan Karuhun itu bukan untuk di pigusti tapi untuk di pupusti atau di rawat kelestariannya,” ungkap Kades.

Mematuhi larangan leluhur bukan berarti takut atau percaya tahayul. Ini adalah bentuk menghormati nilai, norma dan kearifan lokal yang sudah di jaga turun-temurun.

Larangan itu sering kali punya alasan. Yakni, menjaga alam, menjaga kerukunan dan menjaga keselamatan. Dengan mematuhinya, kita melestarikan identitas dan menunjukkan bakti kepada leluhur.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru