spot_imgspot_img
Sabtu 22 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Heri Purwanto Juara 1 Lomba Cipta Puisi PGRI Pangandaran, Bawa Karya “Tapak Tanpa Alas”

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Heri Purwanto, seorang Guru Seni Budaya dari SMKN 1 Kalipucang, sukses mengharumkan nama sekolah serta PGRI Cabang Kalipucang. Ia meraih trofi Juara 1 Lomba Cipta dan Baca Puisi dalam perhelatan “Semarak Kemerdekaan” PGRI Kabupaten Pangandaran, Sabtu (22/8/2026).

Sekretariat PGRI Kabupaten Pangandaran mengular kehadiran 20 peserta terbaik. Sebanyak 10 cabang PGRI se-Kabupaten Pangandaran masing-masing mengirimkan dua perwakilan putra dan putri.

Langkah Heri merebut gelar juara penuh tantangan dramatis. Pengurus PGRI, Umi Siti Kusbanah, memberi amanah khusus kepadanya untuk mewakili Kecamatan Kalipucang.

Namun, panitia baru menyerahkan petunjuk teknis dan tema pada Kamis malam (21/8/2026). Di saat bersamaan, Heri harus mengirim naskah paling lambat Jumat pukul 23.59 WIB.

Beban Heri kian menumpuk karena ia juga mengemban tugas sebagai Ketua Panitia Kemah Madrasah Dhuafa KMD Kalipucang yang bergulir dari 19 hingga 25 Agustus.

“Benar-benar mepet. Tapi alhamdulillah dalam 2-3 jam puisi selesai dan terkirim,” kata Heri.

Puisi “Tapak Tanpa Alas” Nyatakan Realita Pendidikan

Mengusung tema utama “Semangat Kemerdekaan untuk Pengabdian Guru dan Masa Depan Pendidikan”, Heri melahirkan puisi menyentuh berjudul “Tapak Tanpa Alas”.

Karya tersebut memotret potret nyata fasilitas pendidikan di Indonesia. Ia menggambarkan kondisi lantai bolong, atap bocor, dan dinding retak yang kerap meredupkan cita-cita anak bangsa. Meski begitu, seorang guru terus melangkah dan mengabdi tanpa mencari alasan.

“Intinya tentang semangat mengabdi meski sarana terbatas. Tapi saya yakin setiap pembaca punya tafsir sendiri,” ujarnya.

Latihan di Dalam Mobil hingga Pakai Properti Pensil Bekas

Keterbatasan waktu memicu berbagai momen unik selama kompetisi. Heri tidak sempat mencetak naskah puisinya lewat mesin cetak. Saat maju ke panggung, ia hanya membaca salinan puisi yang ia tulis tangan di selembar kertas.

Ia bahkan memanfaatkan perjalanan di dalam mobil menuju lokasi lomba untuk mengasah artikulasi dan ekspresi. Tampil penuh percaya diri pada nomor urut 9, Heri membawa properti sederhana berupa potongan pensil dan sobekan kertas yang selaras dengan narasi puisinya.

Bagi Heri, kemenangan ini menjadi bonus atas keberaniannya menantang batas diri sendiri.

“Saya suka puisi dari SMP. 2016 mulai serius belajar diksi dan metafora. Setelah 2020 sudah lama tidak menulis. Jadi saya ingin membuktikan ke diri sendiri, saya masih bisa bikin puisi,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga, PGRI Cabang Kalipucang, PGRI Kabupaten Pangandaran, Kepala SMKN 1 Kalipucang, rekan sesama guru, serta panitia KMD yang selalu memberi sokongan moral.

“Terima kasih sudah mengakomodir hobi saya di dunia sastra. Semoga ini jadi semangat untuk terus berkarya,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru