CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pengalaman selama satu bulan berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadi bagian penting bagi 90 mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) untuk memahami secara langsung praktik pemerintahan dan berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Kegiatan Riset dan Praktik Unpas yang berlangsung sejak 12 Juli hingga 12 Agustus 2026 itu berakhir secara resmi setelah para mahasiswa di tempatkan di 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ciamis.
BACA JUGA:
Cidolog Ciamis Jadikan Milangkala ke-27 Momentum Dekatkan Pelayanan Publik kepada Warga
Penutupan kegiatan di gelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (12/8/2026) yang di hadiri Sekretaris Daerah, Andang Firman Triyadi.
Andang menilai, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik. Tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara dunia pendidikan dengan pemerintahan.
Menurutnya, mahasiswa membawa perspektif dan pemikiran baru yang dapat menjadi masukan bagi perangkat daerah dalam melihat berbagai persoalan dari sudut pandang berbeda.
“Selama berada di berbagai OPD, mahasiswa telah memberikan energi positif dan gagasan baru dalam sistem kinerja kami,” ujar Andang.
Ia menyebut, Kabupaten Ciamis memiliki berbagai dinamika yang dapat menjadi objek pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
Karena itu, pengalaman yang di peroleh selama berada di Ciamis di harapkan tidak berhenti sebagai bagian dari tugas akademik. Tetapi dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional.
“Pengalaman selama di Ciamis merupakan laboratorium hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa,” katanya.
Andang juga membuka peluang agar kerja sama antara Pemkab Ciamis dan Unpas dapat di lanjutkan dalam bentuk yang lebih luas.
Tidak hanya melalui kegiatan praktik, tetapi juga penelitian, inovasi, hingga pengembangan kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
BACA JUGA:
38 Pramuka Terbaik Ciamis Berangkat ke Jamnas XII 2026, Herdiat Titip Pesan Ini
“Kami sangat terbuka. Mudah-mudahan Ciamis bisa menjadi laboratorium hidup dengan berbagai macam dinamika yang ada,” ungkapnya.
Menurut Andang, hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah membutuhkan gagasan dan kajian akademik. Sementara mahasiswa dan akademisi membutuhkan ruang untuk menguji pengetahuan mereka melalui persoalan nyata di lapangan.
“Kita tidak akan bisa bekerja sendiri. Kita perlu bantuan akademisi, para dosen maupun mahasiswa,” tegasnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi awal dari hubungan yang lebih berkelanjutan antara Pemkab Ciamis dan Universitas Pasundan.
Kolaborasi yang terbangun di harapkan mampu melahirkan gagasan maupun inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Ciamis.
(Mia)



