spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Begal Jadi Sorotan, Pemkot Bandung Hidupkan Lagi Semangat Siskamling

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggalakkan penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di seluruh wilayah permukiman warga.

Kebijakan ini bertujuan untuk mempertajam deteksi dini sekaligus mempersempit ruang gerak aksi kriminalitas jalanan, termasuk ancaman begal yang meresahkan warga.

Baca Juga: Perjuangan Kenji Belum Usai, Korban Begal Bandung Masuki Tahap Operasi Lanjutan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Siskamling menjadi benteng pengawasan keamanan di tingkat tapak. Meski begitu, pengaktifan Ronda Malam ini bukan bentuk lepas tangan pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.

Siskamling justru mengusung semangat kolaborasi nyata antara warga lokal dan aparat keamanan demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak awal.

“Yang namanya Siskamling itu jangan pernah lengah. Siskamling itu bukan berarti pemerintah melepaskan tanggung jawab kepada warga, tetapi mengajak warga berpartisipasi bersama dengan Linmas, bersama dengan Polsek, bersama dengan Koramil,” kata Farhan, Senin (27/7/2026).

Farhan menerangkan bahwa lurah memegang kendali koordinasi Siskamling, sedangkan pengurus RW memimpin pergerakan operasional di lapangan. Partisipasi aktif warga sangat krusial untuk mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan secara lebih cepat.

“Koordinasinya oleh lurah, kemudian penggerakannya di tingkat lingkungan oleh RW. Ini penting untuk pengawasan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan Keluarga

Di samping memantau lingkungan sekitar, Farhan meminta seluruh warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Ia menitip pesan khusus kepada setiap orang tua untuk mengontrol keberadaan dan komunikasi anak-anak mereka.

“Saya sangat menghimbau kepada seluruh keluarga agar bisa memastikan anak-anaknya pada saat keluar dari rumah betul-betul mematuhi komunikasi keamanan,” katanya.

Farhan menilai jalannya komunikasi yang intensif antara anggota keluarga di rumah dan anak yang sedang berada di luar menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Kita sudah tahu sendiri bahwa komunikasi antara anggota keluarga yang keluar rumah dengan yang di rumah juga harus sangat baik,” ucapnya.

Guna mendukung sistem pengamanan wilayah ini, Pemkot Bandung terus memaksimalkan respons layanan nomor darurat. Farhan menyebutkan empat kanal bantuan yang bisa warga akses sewaktu-waktu: 110 untuk kepolisian, 112 untuk pengaduan darurat umum, 113 untuk pemadam kebakaran, serta 119 untuk ambulans.

“Saya akan memastikan bahwa nomor darurat 110, 112, 113, dan 119 selalu memenuhi standar respons yang cepat,” ujarnya.

Farhan menambahkan bahwa integrasi nomor darurat tersebut mengikuti acuan pelayanan publik berskala nasional yang wajib terlaksana secara konsisten di Kota Bandung.

“Itu sudah standar nasional yang harus kita kejar terus,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru