GARUT, FOKUSJabar.id: Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sukatani Kecamatan Cisurupan turun ke lapangan. Mereka melakukan pembersihan dan pemeliharaan sungai Cibau anak sungai Cimanuk.
Selain itu, Sekolah Sungai Cimanuk gelar sosialisasi antisipasi dampak kemarau dari bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Barukuray Desa Sukatani.
BACA JUGA:
HAN 2026, Ketum PM Gatra: Keselamatan Anak Harga Mati
Menurut Direktur SSC Garut, Mulyono Khaddafi, kegiatan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) tersebut sebagai langkah mencegah banjir dan penyebaran penyakit saat musim hujan tiba.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2026,” kata Mulyono, Jumat (24/7/2026).

Dia menyebut, sungai merupakan sumber kehidupan warga. Namun selama ini banyak yang membuang sampah sembarangan.
“Lewat aksi ini kami ingin mengajak masyarakat menjaga sungai bersama. Sampah paling banyak di temukan berupa plastik kemasan, popok, ban bekas, hingga ranting pohon,” ungkapnya.
Sosialisasi Karhutla
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut juga mengingatkan masyarakat bahwa kebakaran hutan bukan semata karena cuaca panas. Namun karena kecerobohan manusia. Mulai dari membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun.
BACA JUGA:
Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun,” pesan Mulyono.
Gerakan Indonesia ASRI itu sendiri di gagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah.
Tujuan dan Fokus Gerakan
Budaya Kebersihan
Membangun kebiasaan sehari-hari agar masyarakat peduli terhadap lingkungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Pengelolaan Sampah
Penanganan sampah secara berkelanjutan di fasilitas umum, sekolah, pesisir, dan lingkungan sekitar.
Pelestarian Alam
Aksi nyata berupa gotong royong membersihkan lingkungan, penanaman pohon hingga penataan ruang terbuka hijau.
(Bambang Fouristian)



