TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Masa purna tugas (pensiun) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak memadamkan semangat berkarya para senior ini.
Para pensiunan yang bernaung di bawah Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya terus menunjukkan produktivitas. Melalui program Sekolah Lansia, mereka mengisi hari tua dengan beragam aktivitas sehat dan menghasilkan karya nyata.
Para pensiunan tersebut menjadikan Sekolah Lansia sebagai media efektif dalam membangun kemandirian. Langkah ini menumbuhkan produktivitas sehingga mereka terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Semangat luar biasa ini tampak dari para lansia di Sekolah Laci Seuri, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Mengusung tagline “Lansia Cipedes Sehat Unggul Mandiri”, mereka justru semakin produktif saat menikmati masa tua.
Kepala Sekolah Lansia, Tjutju Herawati, menjelaskan bahwa Sekolah Laci Seuri berhasil membangun semangat dan kreativitas para pensiunan. Mereka terus berkarya meski menghadapi keterbatasan fisik akibat faktor usia.
Ia menuturkan bahwa pengelola sekolah memberikan berbagai pelatihan kepada para pensiunan ASN Kota Tasikmalaya agar mereka mampu berkarya secara mandiri.
“Dari pelatihan dan pemberdayaan di sekolah lansia, mereka mampu berkarya menghasilkan berbagai produk-produk kriya kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas yang bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ungkap Tjutju Herawati, Kamis (23/7/2026).
Produk Kriya Bernilai Ekonomi dan Menjaga Kesehatan Mental
Tjutju memaparkan bahwa para lansia telah menghasilkan berbagai produk kriya lewat tangan-tangan terampil mereka. Beberapa di antaranya meliputi kain perca untuk hiasan tas dan dompet, bunga dari kantong goodie bag, kerajinan rajutan, hingga pot bunga dari kemasan air mineral bekas.
“Produk-produk kriya ini memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Karenanya dari hasil penjualan kerajinan, mereka mampu menghasilkan rupiah untuk membantu pendapatan selain dari uang pensiun yang mereka terima setiap bulannya,” ujar Tjutju.
Ia menambahkan bahwa semangat belajar dan ketelitian para peserta berhasil membangkitkan rasa percaya diri. Aktivitas ini sekaligus menjaga keaktifan fisik serta kesehatan mental mereka.
Hasil kerajinan kriya lansia ini juga tampil dalam pameran pada kegiatan Ceramah Umum Sekolah Lansia Kota Tasikmalaya. Bertempat di Graha Asia Plaza Tasikmalaya.
“Kreasi kerajinan yang dipamerkan dalam kegiatan itu. Seperti olahan dari barang bekas dan Reog Laci Seuri dan lainnya, alhamdulillah dilihat langsung bapak Wakil Wali Kota dan Direktur Utama Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dr. Susiana Nugraha, dan sejumlah pejabat penting yang hadir dalam acara istimewa tersebut,” paparnya.
Apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyampaikan rasa kagum dan apresiasi tinggi atas semangat serta dedikasi para pensiunan yang tetap aktif berkarya.
“Kita lihat bersama, ini luar biasa, banyak produk-produk kriya hasil karya para orang tua kita semua yang sangat bagus dan bernilai ekonomi tinggi. Semangat dan karya mereka patut kita apresiasi dan dicontoh oleh semua,” ungkap Dicky Candra.
Menurutnya, para lansia membutuhkan ruang dan wadah berekspresi untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif. Seperti membuat kerajinan tangan maupun olahan makanan.
“Sekolah Lansia ini sangat penting dan membantu mereka. Kemudian juga dari sekolah ini orang tua kita akan memiliki keahlian dan kreativitas serta aktivitas positif. Sehingga mereka lebih kreatif dan mandiri, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anak-anaknya,” terangnya.
Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang ekspresi agar para senior tetap semangat dan produktif menjalani masa tua.
“Kalau orang tua kita aktif, sehat, kreatif dan punya aktivitas positif, insyaallah kesehatan dan kekuatan fisiknya bisa tetap terjaga walau di usia sudah senja,” pungkasnya.
(Seda)



