spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Diikuti 621 Orang dari 32 Kecamatan, Pemkab Kuningan Gelar MTQ Ke-50 untuk Cetak Generasi Qur’ani

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Alun-alun Desa Sindangagung, Selasa (21/7/2026).

Bupati memanfaatkan momentum emas ini untuk mengajak seluruh warga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia juga mendorong Al-Qur’an sebagai inspirasi utama dalam membangun daerah yang religius, berkarakter, dan harmonis.

Baca Juga: Belum Kantongi Izin, Satpol PP Kuningan Segel Tempat Usaha di Bundaran Cijoho

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., serta ratusan undangan dan alim ulama turut memadati arena pembukaan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya membaca Al-Qur’an, melainkan wajib menghayati dan mengamalkannya dalam aktivitas harian.

“Ketika Al-Qur’an hanya berhenti di bibir, ia hanya akan menjadi bacaan yang indah. Namun ketika ia meresap ke dalam hati, ia akan menjadi cahaya kehidupan. Dan ketika diwujudkan dalam perilaku, ia akan menjadi sebuah peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ujar Dian.

Ia menilai MTQ bukan sekadar panggung kompetisi bagi para qari, qariah, maupun hafiz terbaik. Lebih dari itu, acara ini menjadi ikhtiar bersama dalam membumikan nilai-nilai suci di tengah masyarakat.

“MTQ adalah ruang bagi kita untuk menanamkan cinta terhadap Al-Qur’an, menumbuhkan generasi Kuningan yang Qur’ani, serta membangun nilai-nilai peradaban,” katanya.

Al-Qur’an Menjadi Fondasi Penting

Bupati memaparkan bahwa tema “Al-Qur’an Sebagai Inspirasi Moral Menuntun Peran dan Harmoni Umat Menuju Kuningan Melesat” mengandung pesan mendalam. Al-Qur’an menjadi fondasi penting untuk memupuk kejujuran, kesederhanaan, dan persatuan demi memajukan daerah.

“Saya berharap seluruh peserta tidak hanya berorientasi menjadi juara, tetapi datang untuk menjadi duta-duta Al-Qur’an. Kemenangan yang hakiki adalah mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Di depan dewan hakim, Bupati menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas lewat prinsip “OOJA” (Objektif, Orisinil, Jujur, dan Adil) agar hasil penilaian melahirkan pemenang berkualitas.

“Membangun daerah tidak hanya berbicara soal jalan atau jembatan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan jiwa. MTQ menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan bahwa perhelatan ke-50 ini melombakan lima cabang utama, seperti seni baca, hafalan, Syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah. Panitia juga menyajikan Festival Kasidah Rebana Tradisional untuk memeriahkan syiar.

Ajang ini menyerap 621 peserta dan ofisial dari 32 kafilah kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Para peserta akan bersaing selama dua hari di 20 venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Sindangagung.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru