spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Marak Begal di Bandung, Farhan Tegaskan Semua Kasus Akan Diekspos: Kami Tak Mau Pura-Pura Aman

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk tidak menutupi setiap kasus begal yang melanda Kota Kembang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa jajarannya akan mempublikasikan seluruh aksi kriminalitas. Langkah ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat di tengah maraknya kasus begal belakangan ini.

Baca Juga: DPRD Sahkan Perda P2APBD Jabar 2025, Fokus Layanan Dasar dan Kemandirian Fiskal

Farhan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung bersama Polrestabes Bandung telah sepakat untuk mengekspos setiap kasus begal yang terjadi. Setelah polisi berhasil meringkus pelaku, petugas juga akan langsung menyampaikan hasil penindakan tersebut kepada publik.

“Saya bersama Pak Kapolres sudah berkesepakatan bahwa setiap kejadian begal itu memang kita expose. Tujuannya satu, kita waspada. Dua, para aparat juga sudah melakukan penindakan. Nanti kalau sudah ada hasil penindakan kita pasti akan publikasikan lagi,” kata Farhan, Kamis (16/7/2026).

Farhan menilai beberapa faktor memicu maraknya aksi begal di Kota Bandung, mulai dari tekanan ekonomi hingga peningkatan angka kekerasan yang biasa terjadi menjelang masa libur sekolah.

“Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua, memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini pasti agak tinggi tingkat kekerasannya. Nanti begitu sekolah mulai akan turun lagi,” katanya.

Penanganan Kasus Kriminal Secara Terbuka

Meskipun demikian, Farhan memastikan Pemkot Bandung tidak akan menyembunyikan kondisi keamanan di lapangan. Pihaknya akan menangani setiap kasus kriminal secara terbuka dan menjadikannya bahan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kita dalam penanganan masalah ini enggak mau pura-pura aman. Kita apa adanya saja. Apa yang ada itu yang kita tangani langsung. Mudah-mudahan nanti angkanya makin lama makin menurun. Minggu depan saya akan rapat lagi dengan Forkopimda untuk mengetahui perkembangannya,” ucapnya.

Farhan juga menyoroti keterlibatan pelaku di bawah umur dalam sejumlah aksi kejahatan jalanan. Ia menegaskan penegakan hukum tetap berjalan, namun prosesnya harus mengikuti ketentuan perlindungan anak.

Ia mengaku khawatir jika kelompok kriminal sengaja memanfaatkan anak-anak untuk melancarkan aksi kejahatan karena adanya perlakuan hukum yang berbeda bagi anak di bawah umur.

“Kalau sudah melanggar hukum kita pasti tindak. Tetapi penindakannya berbeda karena mereka adalah pelaku di bawah umur. Nah itu yang saya khawatirkan. Jangan-jangan upaya-upaya perlindungan itu dijadikan sebagai upaya rekrutmen masuk ke dalam kelompok-kelompok kekerasan,” ungkapnya.

Mengenai keberadaan Satgas Anti Begal, Farhan memastikan tim tersebut telah bekerja keras dan memberikan dampak positif dalam menekan angka kriminalitas. Menurutnya, kondisi keamanan kota bisa menjadi jauh lebih buruk tanpa kehadiran satgas tersebut.

“Sudah berperan. Kalau enggak ada itu jauh lebih parah lagi. Sekarang kalau ada begal kita pasti langsung tangkap, dan terekspos,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru