GARUT, FOKUSJabar.id: Bidang Pemberdayaan Perempuan di struktur Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) punya peran strategis. Di bawah koordinasi Hj Ai Ratna Yuliani, bidang ini bertugas memastikan perempuan di desa punya keterampilan, akses ekonomi dan ruang partisipasi dalam pembangunan.
“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar pelatihan masak atau menjahit. Ini soal membangun kemandirian agar perempuan bisa jadi penopang ekonomi keluarga dan desa,” kata Ai Ratna yang juga Ketua Umum Wanoja Gatra.
BACA JUGA:
30 H Sawah Kekeringan, Petani Desa Cibunar Garut Gagal Panen
Menurutnya, konsep yang di usung “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Garut Utara Maju.”
Tugas Utama Bidang Pemberdayaan Perempuan PM Gatra
Pilar Ekonomi: Wanoja Berusaha (Meningkatkan pendapatan keluarga lewat UMKM)
- Sekolah UMKM Wanoja
Menyelenggarakan pelatihan di 11 Kecamatan. Materi, olahan ikan, keripik, batik, kue, Make Up Artist (MUA) dan menjahit.
- Wanoja Digital
Membantu menjual produk agar bisa menembus pasar nasional melalui TikTok Shop, Shopee dan Live.
- Koperasi Wanoja Gatra
Membentuk dan mendampingi koperasi simpan pinjam khusus perempuan, jual-beli produk anggota dan akses modal mikro.
- Bazar dan Pameran
Mengagendakan bazar setiap tiga bulan dan mengikuti pameran UMKM Kabupaten Garut.
Pilar Sosial dan Kesehatan
- Dapur Sehat Anti Stunting
Melakukan edukasi gizi 1000 HPK dan demo masak Makanan Pendamping ASI murah meriah di posyandu.
- Sekolah Orang Tua Hebat
Kajian parenting, kesehatan reproduksi remaja, cegah nikah dini.
- Wanoja Peduli
Pilar Hukum dan Perlindungan (Wanika Aman)
Tujuannya agar perempuan paham hak dan terlindungi
- Literasi Hukum
Sosialisasi UU KDRT, UU TPKS, UU Perlindungan Anak. Kerja sama dengan P2TP2A dan kepolisian
- Pos Pengaduan Wanoja
Jadi tempat pertama pengaduan kasus KDRT, pinjol illegal atau TKI bermasalah
- Pilar Kaderisasi (Wanoja Tangguh)
– Diklat Dasar Wanija: Pelatihan kepemimpinan dan keorganisasian untuk pengurus PAC/Ranting perempuan.
– Rembug Perempuan 11 Kecamatan: Forum 3 bulan sekali buat evaluasi dan tukar ide program.
Turun ke Desa, Bukan di Meja
Menurut Dia, pihaknya tidak hanya kerja administratif. Setiap bulan tim turun ke desa untuk melakukan musyawarah, menyerap aspirasi dan masalah yang di hadapi ibu-ibu.
BACA JUGA:
Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora
Pihaknya juga menargetkan satu kecamatan terbentuk satu koperasi/UMKM binaan dan 2.500 ibu terlatih skill baru.
(Bambang Fouristian)



