JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengaku prihatin atas kasus dugaan penyekapan dan kekerasan di Bandung Jawa Barat (Jabar) yang di duga berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan berbasis lokasi.
Menurut Dia, kasus yang masih di tangani aparat penegak hukum itu menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada dalam berinteraksi di ruang digital.
BACA JUGA:
Kemkomdigi Berantas Peredaran Judi Online di Indonesia
“Interaksi yang berawal dari ruang digital harus selalu di sertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik. Algoritma di rancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat di percaya,” tegas Menkomdigi.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan profil, foto maupun informasi yang di tampilkan di media sosial atau aplikasi digital karena bisa menjadi ilusi algoritma yang di rancang untuk membangun rasa kedekatan dan meningkatkan interaksi.
“Masyarakat di minta lakukan verifikasi identitas, menjaga data pribadi serta memanfaatkan fitur keamanan. Seperti pelaporan dan pemblokiran apabila menemukan perilaku yang mencurigakan,” pesan Menkomdigi.
Meutya Hafid menyebut, ruang digital yang aman hanya dapat terwujud melalui tanggung jawab bersama.
BACA JUGA:
Sikapi Kebijakan Akun Medsos Anak, PGRI Ciamis Soroti Dampak Negatif Konten dari Kalangan Dewasa
Pemerintah terus memperkuat tata kelola, platform meningkatkan perlindungan pengguna dan masyarakat semakin cakap memanfaatkan teknologi secara bijak.
Penanganan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH).
(Bambang Fouristian)



