JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut di ambil lantaran kondisi kesehatannya yang memerlukan penanganan medis serius di luar negeri.
Mengutip Media Indonesia, Naniek mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani pengobatan jantung. Langkah itu sebagai upaya mendapatkan opini medis kedua (second opinion) demi pemulihan yang optimal.
BACA JUGA:
Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Istana
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat,” tulis Naniek dalam unggahannya.
Dia menjelaskan, keputusannya mundur telah di konsultasikan langsung dengan Presiden. Meski melepaskan jabatan struktural, ia menyebut Presiden tetap memintanya untuk memberikan kontribusi dalam fungsi pengawasan di lembaga tersebut.
“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya di minta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkapnya.
Naniek Sudaryati Deyang tetap memberikan pembelaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi fokus BGN.
Dia menepis tudingan bahwa program tersebut memiliki motif politik terselubung untuk pemilu mendatang.
Naniek menekankan, selama 14 tahun mendampingi Presiden, ia memahami betul bahwa program ini murni merupakan intervensi gizi untuk menciptakan generasi emas Indonesia.
Dia juga memberikan argumen logis terkait sasaran penerima manfaat yang mayoritas adalah anak-anak usia dini.
“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon di luruskan pemikiran itu,” tegas Naniek.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia
Naniek menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat dapat menerima program MBG sebagai langkah mulia untuk masa depan bangsa.
Dia juga sempat berkelakar mengenai trauma mengelola anggaran secara langsung. Sehingga lebih memilih peran pengawasan di masa depan.
(Bambang Fouristian)



