PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bagolo Kalipucang Pangandaran Jawa Barat (Jabar) di bawah Yayasan Bina Sosial Sukatani menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6/2026).
Penyebabnya SPPG Bagolo menghentikan aktivitasnya karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
BACA JUGA:
Jarum Pentul Berkarat Ditemukan dalam Paket MBG di Pangandaran, DPRD Minta Evaluasi Total
Kepala SPPG Bagolo, Muhammad Alif Alhaedar membenarkan penghentian sementara kegiatan produksi. Menurut dia, keterlambatan pencairan kemungkinan terkait dinamika administrasi di tingkat pusat.
”Karena mungkin lagi pergantian atau lagi pemeriksaan keuangannya dari atas (pusat),” ujar Alif saat di hubungi, Selasa (9/6/2026).
Alif memprediksi, operasional dapur dapat kembali normal dalam pekan ini. Ia menyebut beberapa SPPG lain yang bernasib sama sudah menerima pencairan anggaran dari BGN.
”Insyaallah minggu ini bisa beroperasi. Karena yang lain ada beberapa dapur yang sudah pencairan,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana dapur yang berada di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran tampak sepi. Bangunan bercat putih-biru dengan tulisan “SPPG Bagolo Kalipucang” di bagian depan tertutup. Tidak ada aktivitas memasak maupun distribusi makanan.
Di area garasi, dua unit mobil operasional berlabel “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi” terparkir tanpa awak. Meja dan kursi di teras depan kosong, tanpa petugas yang berjaga.
BACA JUGA:
SPPG Maruyungsari 1 Pangandaran Akui Jarum Pentul Berkarat Dalam MBG
Penutupan dapur berdampak pada 2.192 penerima manfaat yang selama ini di layani SPPG Bagolo. Rinciannya, 464 orang tercatat sebagai penerima kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta 1.728 orang merupakan siswa yang terdata di Dapodik.
Hingga berita ini di tayangkan, belum ada keterangan resmi dari BGN mengenai jadwal pencairan anggaran untuk SPPG Bagolo Kalipucang.
(Sajidin)



