spot_imgspot_img
Rabu 20 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (Ketum PWI), Akhmad Munir mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat berlayar menuju Gaza, Palestina.

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.

BACA JUGA:

PWI Ciamis Tebar 150 Ribu Benih Ikan di Cileueur Riverwalk

Menurut Ketum PWI, tindakan pencegatan terhadap misi sipil dan kemanusiaan, termasuk terhadap para jurnalis merupakan bentuk tindakan yang tidak dapat di benarkan dan mencederai prinsip perlindungan terhadap kerja pers di wilayah konflik.

“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza. Termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus di hormati dan di lindungi dalam situasi apa pun,” kata Akhmad Munir.

Jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut yakni, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Munir menyebut, tujuan kehadiran jurnalis dalam misi tersebut untuk menyampaikan fakta kemanusiaan kepada publik internasional, bukan menjadi bagian dari konflik.

BACA JUGA:

PWI Jabar Gelar Diskusi KUHP, Jurnalis Diminta Pahami Batas Etik dan Hukum

Oleh karena itu, seluruh pihak wajib menghormati independensi dan keselamatan wartawan.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” kata Dia.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di tahan aparat Israel. Di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

BACA JUGA:

PWI Ciamis dan Forkopimda Matangkan Persiapan HPN 2026 Bertajuk ‘Pers Peduli, Alam Lestari’

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia belum dapat di hubungi dan kondisi awak kapal masih belum di ketahui secara pasti.

Pihaknya mendukung penuh terhadap langkah diplomatik Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan keselamatan dan perlindungan seluruh warga negara Indonesia dalam misi tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan Kemlu serta perwakilan RI di berbagai negara guna memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah perlindungan terhadap para WNI.

Kementerian Luar Negeri RI juga telah melakukan koordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo dan KBRI Amman guna mengantisipasi proses perlindungan maupun pemulangan WNI apabila di perlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar di berikan keselamatan dan segera kembalike tanah air dengan selamat,” pungkas Ketum PWI.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru