KARAWANG,FOKUSJabar.id: PT Pupuk Kujang mempertegas langkah strategisnya dalam menghadapi tantangan industri masa depan dengan mendukung penuh PP No. 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Anak usaha Pupuk Indonesia Grup ini menjalankan regulasi tersebut sebagai strategi besar untuk menjaga keandalan pabrik dan menjamin kelancaran pasokan pupuk bagi petani.
Melalui sinergi bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan Kementerian ESDM, Pupuk Kujang memprioritaskan penggunaan gas bumi sebagai bahan baku utama yang berkelanjutan. Langkah ini bertujuan menciptakan stabilitas produksi guna memenuhi mandat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Cara Sehat Ala Hartono Soekwanto: Hindari Makan Malam Berat
Akselerasi Ekosistem Industri Hijau
Pupuk Kujang kini mulai merambah pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui produksi Blue Ammonia dan penjajakan potensi Green Ammonia. Inovasi ini kemudian memosisikan perusahaan sebagai penyedia pembawa hidrogen (hydrogen carrier) masa depan di sektor industri kimia.
“Kami memandang keandalan pasokan gas bumi sebagai kunci utama. Kemudian stabilitas energi yang terjaga memungkinkan kami mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik secara maksimal,” ujar Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti, Jumat (8/5/2026).
Langkah inovatif tersebut juga menjadi bagian dari Climate Action perusahaan untuk menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi di seluruh lini operasional.
Stok Pupuk di Jawa Barat Aman Terkendali
Manajemen energi yang efisien ini berdampak positif pada ketersediaan stok di gudang-gudang penyangga. Hingga 6 Mei 2026, Pupuk Kujang mencatat total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 26.998 ton, yang terdiri dari 23.982 ton Urea dan 3.015,8 ton NPK.
Berikut rincian ketersediaan stok di sejumlah wilayah sentra pertanian:
1. Wilayah Pantura (Lumbung Padi) Total stok di kawasan Pantura menyentuh angka 4.258 ton dengan rincian:
- Karawang: 794 ton Urea dan 261,5 ton NPK.
- Subang: 1.479,9 ton Urea dan 206,45 ton NPK.
- Indramayu: 1.516,40 ton Urea.
2. Wilayah Priangan Timur Ketersediaan pupuk di wilayah ini terpantau sangat aman dengan total 6.204 ton Urea yang tersebar di:
- Garut: 2.505 ton.
- Tasikmalaya: 1.432,7 ton.
- Banjar: 1.487,5 ton.
- Ciamis & Pangandaran: Lebih dari 770 ton.
Komitmen Terhadap Petani dan Lingkungan
Pupuk Kujang menjamin seluruh tahapan, mulai dari produksi hingga distribusi ke tangan petani, berjalan lancar sesuai alokasi pemerintah. Kepastian pasokan gas bumi dan optimalisasi energi baru menjadi fondasi utama kelancaran distribusi ini.
Transisi menuju energi bersih ini membuktikan peran vital Pupuk Kujang sebagai pilar stabilitas pangan nasional yang inovatif serta berwawasan lingkungan.
(Abdul Latif)


