spot_imgspot_img
Sabtu 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lautan Putih di Masjid Agung Baiturahman Tasikmalaya Simbol Ketaatan Prajurit ‘Macan Putih’

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pemandangan tak biasa sekaligus menggetarkan hati menghiasi pelataran Masjid Agung Baiturahman Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Jumat (17/4/2026).

Gelombang jamaah berbaju koko putih tampak mengalir tenang, menciptakan harmoni visual yang menyejukkan mata siapa pun yang memandangnya.

BACA JUGA:

HUT ke-80, Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Hijaukan Bumi

​Mereka bukan rombongan santri dari pesantren besar, melainkan para prajurit tangguh dari Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan (Yonif TP) 939/Macan Putih.

​Lebih dari 500 prajurit TNI ini memilih berjalan kaki dari markas mereka di Pusat Perkantoran Kabupaten Tasikmalaya menuju masjid Agung Baiturahman.

Dengan langkah tegap namun penuh takzim, mereka mengisi barisan terdepan untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

​Dominasi warna putih yang mereka kenakan menciptakan suasana syahdu, meleburkan sekat antara militer dan warga sipil.

Kehadiran mereka di Masjid Agung Baiturahman menjadi buah bibir positif di kalangan warga Singaparna.

​Kado Spesial dari Gandara Group

​Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf Deddy Setya Wijaya mengungkapkan, ada cerita hangat di balik baju koko putih yang di pakai salat Jumat.

Baju koko tersebut merupakan bentuk apresiasi dari dunia usaha (Gandara Group).

​”Kami menerima dukungan baju koko dari Owner Gandara Group untuk 546 anggota. Hari Jumat Kita pakai serempak,” kata Letkol Inf Deddy.

​Dia menyebut, dukungan tersebut merupakan suntikan moral bagi para prajurit untuk semakin semangat menjalankan tugas. Baik dalam aspek keagamaan maupun kenegaraan.

​ Jago Tempur, Ahli Pangan, Taat Ibadah

​Yonif TP 939/Macan Putih bukanlah satuan biasa. Batalyon ini mengusung visi yang progresif, kedaulatan pangan dan kedaulatan megara.

Bagi Letkol Inf Deddy, semua keahlian fisik itu akan rapuh tanpa pondasi spiritual yang kokoh. Itulah mengapa agenda spiritual seperti Yasinan rutin setiap Kamis malam dan salat berjamaah menjadi “menu wajib” bagi para prajurit.

BACA JUGA:

Ini 4 Agenda Strategis DPC Hiswana Migas Priangan Timur

​Menurutnya, pondasi spiritual untuk memperkuat mental dan karakter prajurit melalui ketaatan beragama. Kedaulatan Pangan, prajurit di latih menguasai sektor pertanian, perikanan dan peternakan untuk membantu masyarakat.

Para prajurit di siapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan di tengah masyarakat.

​”Harapannya, prajurit kami tidak hanya menguasai strategi tempur dan ketahanan pangan, tapi juga memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta. Mereka harus bisa menjadi teladan nyata bagi masyarakat dalam disiplin ibadah,” tegas Deddy.

​Momen ratusan prajurit bersujud di bawah kubah Masjid Agung Baiturahman adalah simbol kuat bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat.

Di sana, seragam militer yang gagah seolah melebur dalam kerendahan hati seorang hamba.

​Kehadiran Yonif TP 939/Macan Putih di Singaparna membawa pesan tegas bahwa menjaga kedaulatan bangsa di mulai dari menjaga hati dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jika langit sudah di ketuk dengan doa, maka pengabdian di bumi akan menjadi lebih berkah.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru