spot_imgspot_img
Minggu 10 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mensos Ajak Pemda Perkuat Sinergi Tindak Lanjuti DTSEN

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berdialog dengan perwakilan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jabar dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pembangunan Jawa Barat guna mewujudkan data yang akurat melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Saya datang ke sini menindaklanjuti arahan Presiden agar bersinergi dan berkolaborasi. Tidak hanya dengan kementerian/lembaga di tingkat pusat, tetapi juga dengan Pemprov, Pemkab/Pemkot,” kata Gus Ipul di Aula Graha Pustaloka Dinas Perpustakan dan Kearsipan Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).

BACA JUGA:

Bank bjb dan BPSDM Provinsi Jawa Barat Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Sumber Daya Manusia

Rapat Koordinasi tersebut untuk menyeragamkan persepsi dan langkah menindaklajuti DTSEN.

Hadir pada kesempatan itu, Sekda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Penelitian dan Pembangunan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dari 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.

Gus Ipul mengungkapkan, Jawa Barat dipilih menjadi lokasi Rapat Koordinasi karena memiliki jumlah penduduk yang besar dan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama secara berkelanjutan, terutama menyangkut urusan data.

Menurutnya, data sangat penting untuk menentukan pemberian intervensi dan distribusi Bantuan Sosial (Bansos) yang tepat sasaran.

“Data inilah yang paling krusial dan menentukan. Kalau data kita akurat, maka intervensi kita akan akurat. Kalau data kita sama mulai dari tingkat desa sampai di tingkat kementerian, maka tentu itu akan menyatukan program-program kita ke depannya,” jelas Mensos.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Sampaikan Ranperda APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025

Meski jumlah penduduk dan angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat cukup besar, Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Pemprov sebagai wilayah yang bertekad kuat untuk membenahi data untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Sebagai upaya perbaikan tersebut, seluruh perwakilan yang hadir membahas konsolidasi data. Mulai dari perbaikan sistem, penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan juga penataan Sumber Daya Manusia (SDM).

Gus Ipul menjelaskan, Badan Pusat Statistik bertugas mengelola seluruh kriteria data. Sementata Kementerian Sosial bertugas membantu pemutakhiran.

Kementerian Sosial memberikan berbagai opsi pemutakhiran. Baik secara formal berjenjang dari RT/RW hingga pusat maupun partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Dia, masyarakat bisa berperan dalam pemutakhiran dengan berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG ataupun menyampaikan keluhan secara langsung kepada Command Center Kementerian Sosial di nomor telefon (021) 171.

“Ini sedang kita siapkan semua agar masyarakat  turut berpartisipasi,” kata Menos.

BACA JUGA:

Kampung Dukuh Garut Masuk WBTb Provinsi Jawa Barat 2024

Pihaknya juga akan mengerakkan kembali Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di desa-desa agar bisa membantu pemutakhiran dan meningkatkan Kesejahteraan warga.

Petugas Puskesos akan menindaklanjuti keluhan masyarakat ke tingkat kabupaten/kota, provinsi dan tingkat selanjutnya.

“Seluruh masyarakat di tingkat desa bisa mengadukan berbagai hal yang dihadapi. Mulai dari Ijazah anak yang tidak bisa ditebus. Mungkin mereka belum mendapatkan pekerjaan, merasa belum dapat bansos, bisa nanti lewat Puskesos,” imbuh Mensos.

Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mendukung sepenuhnya upaya Kementerian Sosial untuk pembenahan dan pemutakhiran data.

Menurutnya, basis data yang bagus akan berdampak untuk menciptakan hasil yang bagus pula.

“Good data, good decision, good result. Data yang bagus akan menghantarkan kita membuat keputusan yang bagus dan hasilnya pun bagus,” kata Sekda.

Kabupaten Kuningan merupakan salah satu area yang merasakan manfaat DTSEN.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Toto Toharuddin mengungkapkan, peningkatan kesejahteraan warga di wilayahnya usai adanya pergantian penggunaan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi penggunaan DTSEN.

“Kuningan saat ini angka kemiskinannya turun cukup signifikan. Mudah-mudahan langkah itu terus diperkuat,” pungkasnya.

(Alpin Septian)

spot_img

Berita Terbaru