spot_imgspot_img
Sabtu 9 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Politisi Demokrat Garut Tolak Proporsional Tertutup

GARUT,FOKUSJabar.id: Politisi Partai Demokrat (PD) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Husen Suhendar meolak keras pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy’ari yang mengusulkan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 nanti.

Husen Suhendar mengatakan, sistem proporsional tertutup tidak sesuai dengan semangat dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

BACA JUGA: Wasekjen Partai Demokrat: Proporsional Tertutup Kemunduran Demokrasi

“Saya menolak keras proporsional tertutup. Pasalnya, tidak sesuai dengan semangat dan nuilai-nilai demokrasi di Indonesia,” kata aktivis pelajar Garut yang satu ini.

Menurutnya, sistem proporsional tertutup akan membawa dampak buruk bagi iklim demokrasi di Indonesia. Pasalnya, Partai Politik (Parpol) akan berkuasa dan tidak terbuka dalam penentuan calon terpilih.

Tak hanya itu, sistem proporsional tertutup akan memunculkan praktik oligarki.

Husen menyebut, sistem Pemilu yang tepat di Indonesia, proporsional terbuka. Sistem tersebut sesuai dengan semangat demokrasi dan reformasi.

Salah satunya, keterbukaan di dalam menentukan anggota legislatif yang akan menjadi wakil rakyat.

BACA JUGA: Legislator Demokrat: Proporsional Tertutup ‘Rakyat Beli Kucing dalam Karung’

“Dengan sistem proporsional terbuka, rakyat di beri kekuasaan memilih kandidat,” ungkapnya, Minggu (1/1/2023).

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Anjar Asmara menolak keras rencana Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup.

Menurut Anjar, proporsional tertutup di nilai pembodohan kepada masyarakat.

Untuk itu, Anjar Asmara meminta KPU dan pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut.

Dia menyebut, sistem proporsional tertutup hanya akan membuat bingung masyarakat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru