spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Kenali Tes HBsAG Untuk Diagnosis Hepatitis B, Serta Gejala Dan Penyebabnya

    FOKUSJabar.id: Penderita Hepatitis B biasanya tidak merasakan adanya gejala, penting mengetahui Tes HBsAg (hepatitis B surface antigen). Yaitu salah satu tes yang mendeteksi penyakit hepatitis B.

    HbsAg adalah protein yang ada di permukaan virus hepatitis B. Tes HBsAg positif menunjukkan bahwa dalam tubuh seseorang tersebut terdapat virus atau dengan kata lain telah terinfeksi virus hepatitis B.

    Infeksi hepatitis B adalah masuknya virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Jenis hepatitis B terbagi menjadi 2, yaitu akut dan kronis.

    Melansir dari Alodokter, Infeksi Hepatitis B akut ini akan terjadi dalam waktu singkat, sekitar 1 sampai 3 bulan dan tubuh bisa kembali pulih. Namun jika sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan tuntas virus, maka hepatitis akut dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis.

    Baca Juga: Kenali 6 Gejala Tubuh Mengalami Keracunan Makanan, Waspada!

    Sedangkan hepatitis B kronis adalah infeksi kronis lebih dari 6 bulan dan menyerang organ hati/liver, penyebabnya adalah virus hepatitis B.

    Perbedaan keluhan hepatitis B akut dan kronis

    Gejala Hepatitis B akut

    Tes HBsAG
    Ilustrasi (Web)

    Pada hepatitis B akut, penderita biasanya keluhan mata menguning dan badan menguning, keluhan sistem cerna, serta gangguan fungsi liver yang cukup berat.

    Hepatitis B akut tidak berbahaya, sebagian besar biasanya penderita sembuh dengan sendirinya. Dan mempunyai kekebalan jangka panjang terhadap infeksi virus hepatitis B.

    Gejala hepatitis B kronis

    Sebagian kecil yang menderita hepatitis B kronis ini tidak memberikan gejala yang bermakna, dan kemudian berkembang menjadi infeksi yang menahun. Pada hepatitis B kronis karena sebagian besar penderita tidak memiliki gejala. Biasanya hal ini terdeteksi saat penderita melakukan pemeriksaan medical check up.

    Agar terlindungi dari hepatitis B, dapatkan vaksin hepatitis B, jalani gaya hidup sehat, dan hindari perilaku berisiko seperti seks bebas dan berbagi jarum suntik.

    Virus ini juga bisa menular lewat pencukur rambut, pembuatan tato, body piercing, manicure dan pedicure serta lainnya. Hal ini hanya terjadi jika penggunaan alat-alat dalam aktivitas tersebut tidak steril.

    Baca Juga: Gadis 13 Tahun di Ciamis Jadi Korban Pencabulan

    Selain itu, melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, termasuk tes HBsAg, merupakan langkah penting dalam mendeteksi hepatitis B sejak dini.

    (Edi/Erwin)

    Berita Terbaru

    spot_img