BANJAR,FOKUSJabar.id: Menjelang Idul Adha biasanya menjadi momen yang ditunggu para pengrajin tusuk sate di berbagai wilayah, tidak terkecuali di Kota Banjar, Jawa Barat.
Pasalnya, perayaan Idul Adha merupakan momen yang sangat menguntungkan bagi para perajin tusuk sate karena biasanya mereka selalu kebanjiran orderan. Namun, kebiasaan tersebut saat ini hanya sebatas harapan semata.
Seorang pengrajin, Ipah Suripah (55) tahun warga Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar mengatakan meski tinggal beberapa hari lagi menjelang Idul Adha, produksi tusuk satenya itu masih sepi orderan.
BACA JUGA: Panitia Penyebelih Hewan Kurban Kota Banjar Diberi Pelatihan
“Biasanya beberapa hari menjelang perayaan kurban (Idul Adha), saya suka kebanjiran orderan tusuk sate, ini hanya tiga hari lagi masih sepi yang mesan,” katanya saat ditemui di kediamannya. Kamis (7/7/2022).
Ipah menilai usaha produksi tusuk sate yang dibuatnya dengan menggunakan alat tradisional ini kalah jauh produktif dibanding pengrajin lainnya yang memakai alat modern.
Dalam membuatnya pun dia menggunakan alat pemotong berupa golok untuk membelah bambu, dan mesin gerinda supaya hasilnya runcing dan halus.
“Saya masih membuat dengan manual, soalnya mesinnya itu mahal, jadi satu kodi itu butuh waktu pengerjaan selama 2 atau 3 harian. Berbeda dengan menggunakan mesin,” kata dia.
Sekarang, dia yang menggeluti profesinya selama lima tahun ini hanya bisa bermimpi agar produksinya tersebut bisa seperti biasanya atau laris manis.
BACA JUGA: Hidari Virus dan Bakteri, Pisahkan Daging Dan Jeroan Hewan Kurban
“Untuk harga satu kodi tusuk sate diberi harga Rp. 25 ribu, mudah-mudahan bisa laris manis di momen Idul Adha tahun ini,” kata Ipah.
(Budiana Martin/Anthika Asmara)



