spot_imgspot_img
Senin 28 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bawaslu Banjar Bakal Buka Pojok Pengawasan di Perpusda, Ada Buku Pemilu dan Demokrasi

BANJAR,FOKUSJabar.id: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar merancang pendirian Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Banjar. Fasilitas ini menyajikan ruang edukasi dan informasi bagi masyarakat, terutama kaum muda, guna memacu pemahaman kepemiluan serta pengawasan partisipatif.

Pojok Pengawasan tersebut bakal menyediakan aneka bahan bacaan seputar pengawasan pemilu, demokrasi, hingga peran warga mengawal tahapan pemilu.

Baca Juga: Perluas Layanan Air Bersih, Perumda Tirta Anom Diskon 35 Persen

Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, menyebut kerja sama bareng Perpusda menjadi sarana memperluas akses informasi publik. Perpustakaan mampu bertransformasi menjadi wadah pemupuk kesadaran demokrasi warga.

“Pojok Pengawasan ini kami harapkan menjadi ruang bagi rakyat untuk mendapatkan informasi tentang pemilu sekaligus meningkatkan literasi demokrasi bagi rakyat Banjar,” ujarnya Senin (28/9/2026).

Langkah Strategis Rangkul Generasi Muda

Wahidan menilai keberadaan Pojok Pengawasan menjadi strategi jitu mendekatkan isu pemilu kepada pemuda. Pendekatan literasi mendorong masyarakat bergerak aktif mengawasi proses demokrasi, bukan sekadar menjadi pemilih.

Bawaslu Kota Banjar segera meneken nota kesepahaman (MoU) bersama Perpusda terkait konsep dan pengelolaan area tersebut.

“Semoga Pojok Pengawasan ini nantinya menjadi ruang yang hidup, kami akan menitipkan buku-buku bacaan tentang pemilu dan demokrasi prodak Bawaslu. Dengan harapan bisa menambah khasanah literatur bagi rakyat untuk memahami hakikat pemilu dan demokrasi,” jelas alumni PMII tersebut.

Tumbuhkan Budaya Pengawasan Partisipatif

Kehadiran Pojok Pengawasan ini membawa harapan besar bagi tumbuhnya budaya pengawasan di tengah masyarakat Banjar. Pengawasan pemilu mesti terus berjalan secara konsisten, tanpa terikat momentum tahapan pemilu semata.

“Semoga di masa nontahapan ini bisa kita maksimalkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi,” tutupnya.

(Agus Purwadi)

spot_img

Berita Terbaru