BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penantian bek muda asal Indonesia, Pratama Arhan bisa merumput bersama klub barunya, Tokyo Verdy, akhirnya terwujud. Namun penampilan perdana bek berusia 20 tahun di pekan ke-25 J-League 2 (J2 League) 2022 melawan Tochigi SC di Kanseki Stadium Tochigi, Rabu (6/7/2022), memakan korban.
Bek kelahiran Blora, 21 Desember 2001 ini langsung turun sebagai starter dan bermain 45 sebelum digantikan Mizuki Arai di babak kedua. Namun, Pratama Arhan tidak menempati posisi aslinya sebagai bek kiri namun lebih didorong kedepan sebagai inverted winger di posisi kanan.
Arhan pun terlihat harus beradaptasi dengan posisi barunya tersebut yang lebih menyerang. Meski demikian, pergerakan Arhan beberapa kali mampu merepotkan lini pertahanan Tochigi FC.
Beberapa umpang silang mampu dilambungkan Arhan dari sisi kiri pertahanan Tochigi FC, termasuk salah satu tendangan sudut yang disepak pemain asal PSIS Semarang ini. Bahkan salah satu umpan cantik Arhan mengarah tepat ke rekan setimnya, Junki Koike meskipun sepakannya masih terlalu lemah dan dapat diamankan kiper lawan.
Meski demikian, Pratama Arhan mengaku senang dengan laga debutnya. Apalagi Tokyo Verdy berhasil membawa pulang tiga poin dalam lanjutan J2 League 2022 itu.
Perihal posisi bermain yang diubah, Pratama Arhan pun ogah mengeluh. Dia merasa senang dan siap bekerja keras untuk bisa tampil lebih baik lagi.
“Saya pikir saya harus bermain di posisi apa pun yang diberikan sebagai pemain, jadi saya menikmati bermain di posisi ini juga. Awalnya saya bermain di posisi bek kiri, tapi hari ini saya bisa bermain di sayap kanan,” kata Arhan dikutip suara.com dari laman resmi Tokyo Verdy, Kamis (7/7/2022).

Performa Pratama Arhan di laga debutnya bersama Tokyo Verdy di J2 League 2022 pun tak lepas dari kritik. Pemain muda asal Indonesia ini dinilai sangat sering melakukan kesalahan dalam penempatan posisi.
Namun hal ini masih layak dipahami, mengingat pemain timnas Indonesia ini masih membutuhkan banyak waktu untuk berbaur dengan tim.
“Mantan pemain PSIS Semarang kerap berada di posisi yang salah saat ingin menerima operan dari pemain Tokyo Verdy,” tulis media lokal, Nipponsense seperti dikutip suara.com, Kamis (7/7/2022).
Terlepas dari itu, Nipponense justru lebih banyak mengkritik Tokyo Verdy yang disebut salah menempatkan posisi sang pemain. Permainan Pratama Arhan yang tidak maksimal pun lebih dikarenakan jarang mendapat umpan dari rekan setimnya.
“Pratama Arhan belum banyak terbukti di laga perdana ini karena tidak menjadi sasaran umpan rekan satu tim, ia juga jarang memiliki kesempatan untuk menahan bola,” tulis Nipponense.
“Meski begitu, Arhan dipercaya menjadi penendang bola mati, tepatnya di situasi sepak pojok. Sebagai winger, Arhan juga melakukan dua kali umpan silang. Salah satunya memberi peluang bagi tim yang bermarkas di Stadion Ajinomoto itu,” Nipponense menambahkan.
Pada lanjutan pekan ke-25 J2 League 2022 tersebut, klub dengan warna kebanggaan hijau-hijau itu pun berhasil mengalahkan Tochigi FC dengan skor 1-0. Ryoga Sato menjadi pencetak satu-satu gol melalui sepakan dari luar kotak penalti pada menit ke-76.
BACA JUGA: Rumah Ambruk Di Banjarsari Ciamis, Pemilik Rumah Diungsikan
Terlepas dari performa sang pemain, debut Pratama Arhan bersama Tokyo Verdy di pekan ke-25 J2 League 2022 tersebut membuat salah satu staf klub dipecat. Pemecatan dilakukan karena staf tersebut diketahui membocorkan informasi terkait debut sang pemain bernomor punggung 38 itu.

Informasi Pratama Arhan debut di Tokyo Verdy pertama kali diungkap penerjemahnya via akun Instagram Stories @goldbraka sehari sebelum pertandingan melawan Tochigi SC digelar. Unggahan tersebut pun kemudian dihapus karena melanggar aturan di J-League.
“Staf klub Tokyo Verdy melalui akun Instagram pribadi telah membocorkan satu nama pemain yang akan dimainkan ke publik. Menanggapi hal ini, klub melakukan investigasi dan memutuskan memecat staf,” tulis laporan resmi klub, Tokyo Verdy.
Menurut penjelasan pihak klub, unggahan tersebut diketahui oleh staf dari departemen lain dan segera menginstruksikan staf yang bersangkutan untuk menghapusnya.
“Sekitar pukul 18:00 sehari sebelum pertandingan, unggahan itu diketahui oleh staf dari departemen lain dan segera menginstruksikan agar unggahan tersebut dihapus,” tulis klub.
“Kami juga menegaskan bahwa staf klub tidak memiliki niat tidak adil seperti menikmati keuntungan apapun dengan membocorkan informasi atau menguntungkan lawan,” lanjutnya.
Menurut pihak klub, tindakan penerjemah Pratama Arhan memang melanggar ketentuan di J-League yakni Bab 1 pasal 3.
“Kami telah memutuskan untuk menyalahkan staf karena melanggar aturan yang berbunyi, ‘Jangan mengungkapkan atau membocorkan rahasia atau keadaana internal apa pun kepada pihak ketiga’,” bunyi pernyataan resmi klub.
Ke depannya, pihak klub berjanji akan menguatkan kebocoran informasi yang bisa terjadi.
“Tokyo Verdy akan memperkuat sistem manajemen informasi dan berupaya agar kejadian sama tidak terulang kembali. Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan para penggemar, pendukung dan semua pihak terkait,” tutup pernyataan resmi klub.
(Ageng)


