spot_img
Rabu 21 Februari 2024
spot_img
More

    Berikut 4 Ciri Murai Batu Medan Asli

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Berbicara tentang Murai Batu (MB) atau Kucica Hutan (Copsychus malabaricus), khususnya Medan tentunya memiliki ciri khas yang unik dan berbeda dari jenis MB lainnya.

    Meski terdapat perbedaan, namun masih banyak penggemar burung Murai Batu kesulitan membedakannya. Padahal, Murai Batu Medan Asli memiliki ciri yang bisa dikenali dari fisik dan perilakunya.

    BACA JUGA: Bisnis Burung Murai Batu Menjanjikan, Ini 9 Cara Budidayanya

    Berikut ciri Burung Murai Medan Asli:

    1. Ekor

    Pada bagian ekornya, Anda bisa dengan mudah membedakannya. Pasalnya, Murai Batu Medan Asli polar ekornya yang warna putih strip hitam berjumlah empat pasang.

    Panjang ekornya antara 27-35 cm dengan bentuk yang melengkung. Jika ekornya lurus, ukurannya tidak terlalu panjang. Tapi kalau ekornya panjang, bisa mengangkat ekornya sampai menyentuh kepala.

    Ekor Murai Batu Medan mempunyai ciri huruf U yang terpotong di bagian tengahnya.

    1. Warna Bulu

    Murai Batu Medan berwarna hitam legam tapi terlihat mengkilap. Saat terkena sinar matahari, warna bulunya nampak kebiru-biruan.

    1. Kaki

    Murai Batu Medan muda kakinya berwarna merah gelap. Sedangkan yang dewasa kakinya mempunyai sisik dan lekukan seperti buah belimbing.

    1. Badan

    Badan Murai Batu Medan lebih besar dibandingkan dengan postur tubuh MB lainnya.

    Sulit Ditemukan

    Saat ini, Murai Batu Medan yang asli cukup sulit ditemukan. MB Medan yang muncul di pasaran, biasanya hasil kawin silang dengan jenis Murai Batu lainnya.

    Murai Batu menjadi buruan masyarakat karena suaranya yang keras dan jelas. Intonasi suaranya unik, berulang-ulang dan bervariasi. Bahkan, kerap dijadikan masteran burung lomba.

    Perawatan Harian

    Jika Anda sudah mendapatkan Murai Batu Medan yang asli, perawatannya sama seperti Murai Batu lainnya. Namun perawatan untuk lomba,terdapat beberapa sesi yang harus ditingkatkan.

    Berikut beberapa perawatan agar gacor:

    1. Sebelum dijemur, burung diangin-anginkan di pagi hari.
    2. MB dimandikan setelah diangin-anginkan.
    3. Bersihkan sangkar agar MB
    4. Setelah mandi, berikan pakan secara tepat waktu. Pakan Murai Batu Medan, cukup 5 ekor jangkrik.
    5. Jemur burung Murai Batu mulai pukul 00-10.00 WIB.
    6. Jika penjemuran sudah selesai, angin-anginkan sebentar kemudian dimasukkan ke dalam rumah.
    7. Selanjutnya, proses pemasteran dengan suara Murai Batu Medan lain atau menggunakan audio suara
    8. Sore hari, bisa memandikannya lagi dan memberi makan.
    9. Malam hari, Murai Batu Medan dikerodong dan dibuka keesokan harinya.

    Dalam memelihara Murai Batu Medan pemberian pakan dan minum tidak boleh telat dan mandi, jemur secara teratur agar tubuhnya tetap sehat dan fit.

    BACA JUGA: Cara Merawat Murai Batu Trotol Dengan Baik

    Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan beberapa jenis Burung Murai Batu. 

    • MB Lampung

    Saat ini, para kicaumania kesulitan menemukan burung MB asli Lampung karena maraknya kasus alih fungsi hutan menjadi kawasan pemukiman penduduk.

    Kalaupun ada, itu merupakan jenis MB yang dipasok dari Kota Agung, Jambi dan Riau. Bukan hasil tangkapan dari hutan-hutan yang berada di wilayah Lampung.

    Berikut ciri fisik MB Lampung:

    1. Postur tubuh lebih kecil dari Medan

    2. Ekornya memiliki panjang sekitar 12-18 cm

    3. Bulu bagian dadanya berwarna orange kecoklatan dan terlihat lebih gelap bila dibandingkan dengan MB Kalimantan

    4. Memiliki mental yang sangat bagus, kuat dan gesit

    5. Jenis suaranya cenderung mengulang-ulang dan kurang bervariasi

    • Burung MB Nias

    MB Nias juga cukup sulit ditemukan di daerah asalnya. Kalau ada penjual yang mengatakan burungnya berasal dari Nias, maka sejatinya burung tersebut didatangkan dari Mentawai/Pagai, Sibanang dan Simeulue.

    Ciri-cirinya:

    1. Postur tubuh relatif kecil dan lebih mirip ukuran tubuh MB Lampung

    2. Bulu utama ekor tidak berwarna putih melainkan hitam (blacktail)

    3. Panjang bulu ekor sekitar 17-20 cm dan berwarna hitam pekat

    4. Volume suara lebih keras

    5. Mampu meniru suara jenis Murai Batu lain lebih cepat

    6. Tidak mudah stress dan cepat beradaptasi

    • Burung MB Aceh

    Jenis burung ini berasal dari daerah Tangse (Piedie), Pegunungan Seulawahsabang, Lhoong dan Keude Bieng.

    Burung ini biasanya memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar. Untuk ekornya, bisa disamakan dengan MB Medan yaitu sekitar 19-30 cm.

    Memiliki variasi suara yang sangat banyak dan ngeroll. Tak jarang, suara jenis Murai Batu Aceh terdengar seperti suara tembakan atau besetan yang menyayat.

    • Burung MB Lahat

    Ini merupakan salah satu jenis burung Murai Batu terpopuler di Indonesia. Burung ini memiliki ekor sepanjang 18-23 cm.

    Postur tubuhnya lebih mirip dengan MB Nias. Suaranya pun juga mirip yakni memiliki variasi suara yang banyak dan mental yang bagus.

    • Burung MB Jambi

    Burung jenis ini habitatnya di dataran rendah dan dataran tinggi. Bagi yang tinggal di dataran rendah memiliki ukuran serta bentuk tubuh yang relatif kecil, ekornya tak terlalu panjang.

    Sementara yang berada di dataran tinggi, memiliki ekor lebih panjang serta melengkung ke atas, petarung tangguh dan rajin berkicau.

    • Burung Murai Batu Kalimantan (Borneo)

    Burung Murai Batu Borneo yang berkualitas harus memiliki bulu dada berwarna coklat terang. Semakin terang warnanya, maka burung tersebut biasanya mempunyai mental yang baik saat berada di atas gantangan. Suaranya akan keluar terus-menerus atau ngedur.

    Bagian kakinya harus berwarna coklat agak hitam atau coklat agak kemerahan.

    Bagian bulu ekornya tidak terlalu panjang (10-13 cm). Sementara bagain kepala biasanya berbentuk kotak atau rata dan tidak membulat. Tatapan matanya tajam dan melotot.

    Jika ingin memilih jenis burung ini dengan suara keras, maka pilih paruh yang sering terbuka lebar. Selain itu, bagian leher harus besar dan kuat.

    • Burung Murai Batu Jawa (Larwo)

    Populasinya sudah sangat langka dan jangan harap bisa menemukan burungnya di pasaran karena kalah tenar oleh jenis Murai Batu Medan.

    Selain namanya yang unik, ada lagi yang membuat burung ini terlihat begitu unik saat berkicau. Bagaimana tidak, bulu-bulu di kepalanya akan berdiri tegak seperti jambul.

    Selain itu, postur tubuhnya relatif lebih kecil dibanding Murai Batu lainnya, memiliki garis batas bulu yang berwarna hitam di daerah perut, panjang bulu ekor sekitar 8-10 cm

    • Burung Murai Batu Sabang

    Jenis ini cukup langka dengan pola ekor yang unik. Bulu ekornya bisa mencapai 20 cm dan terdapat pola putih bulat berjajar mirip seperti batik.

    • Burung Murai Batu Balak

    Jenis ini hampir sama dengan Murai Batu Sabang. Kesamaan ini terlihat pada pola ekornya yang unik (pola corak putih berjajar).

    Jumlah corak putihnya bervariasi. Ekornya diperkirakan tak bisa lebih panjang dari 20 cm.

    • Murai Batu Bahorok

    MB Bahorok berasal dari daerah Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Sumut). Di sana masih bisa dijumpai di alam liar, sekitar kaki Gunung Leuser atau Taman Nasional Gunung Leuser.

    • Burung Murai Batu Bordan

    Bordan merupakan burung hasil kawin silang antara Medan jantan dan Borneo betina. Dari perkawinan tersebut diharapkan menetaskan karakter mental fighter, gaya bertarung yang bagus dan suara yang gacor.

    Jenis ini hampir sama dengan Medan. Terutama bagian postur tubuh dan pola motif bulu ekornya.

    Bordan diklaim memiliki suara dan irama lagu yang bervariasi serta tembakan yang lebih keras. Ciri unik lainnya, sering memainkan ekornya saat bertarung di lapangan.

    • Burung Murai Batu Papua (Irian)

    Jika dilihat secara fisik berbeda jauh karena cenderung lebih berwarna gelap dan hitam. Namun, bagian ujung bulu-bulunya berwarna agak hijau berminyak dan berkilau serta berekor panjang sekitar 35 cm.

    • Burung Murai Batu Thailand

    MB Thailand terkenal dengan tubuhnya yang kecil tetapi memiliki bulu ekor yang panjang 34-38 cm, mental bagus dan agresif.

    Burung ini banyak berkembang biak di daerah perbatasan antara Malaysia dan Thailand. Terutama di kawasan hutan yang belum terjamah manusia. Sebagian orang menyebut sebagai Murai Batu Langkawi.

    • Burung Murai Batu Malaysia

    Malaysia memiliki beberapa jenis burung MB, namun yang paling terkenal adalah yang berasal dari Negeri Sembilan karena sangat agresif dan mempunyai mental yang tangguh.

    MB dari Malaysia umumnya memiliki bulu ekor tidak lebih dari 21 cm dan sering dilombakan karena memiliki suara isian yang bagus dan penampilan gaya bertarung yang sangat indah.

    • Burung Murai Batu Filipina

    Biasanya, burung MB dari Filipina dipelihara karena keunikan dan keindahan gayanya. Tak heran jika jenis ini hanya digunakan untuk pajangan rumah.

    (Bambang Fouristian/berbagai sumber)

     

    Berita Terbaru

    spot_img