80 Persen Supermarket di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter

0
86
minyak goreng fokusjabar.id
Ilustrasi (foto web)

GARUT,FOKUSJabar.id: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah supermarket (swalayan).

Menurut Kepala Disperindag ESDM Garut, Nia Gania Karyana, sidak tersebut untuk memastikan harga dan stok minyak goreng di pasaran.

“Kami telah melakukan Sidak di beberapa supermarket terkait harga dan stok minyak goreng,” kata Gania.

BACA JUGA: Mulai Rabu (19/1), Harga Minyak Goreng di Kota Bandung Rp14 Ribu per Liter

Gania menyebut, sidak tersebut sebagai tindak lanjut perintah Bupati Garut, Rudy Gunawan dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

minyak goreng fokusjabar.id
Kepala Disperindag ESDM Garut

“Berdasarkan hasil pemantauan tim, 80 persen supermarket dan minimarket menjual minyak goreng Rp14 ribu per liter,” kata Gania.

Kepala Disperindag ESDM mengatakan, pihaknya melakukan monitoring ke Toserba Ramayana, Asia, Yomart, Yogya dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya.

Dia mengaku, ada beberapa yang belum menjual minyak goreng sesuai ketentuan Pemerintah Republik Indonesia (Rp14 ribu per liter).

“Kami sudah berikan teguran,” ungkapnya. 

Sementara untuk pasar rakyat, pihaknya akan melakukan  penyesuaian harga selama 6 hari untuk menghindari kerugian pedagang. 

Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah melakukan upaya secara terus menerus. Salah satunya dengan menyiapkan dana Rp7,6 trilyun.

Anggaran tersebut untuk membiayai penyediaan minyak goreng bagi masyarakat. Yakni sekitar 250 juta liter per bulan atau Rp1,5 milyar liter per bulan selama 6 bulan.

“Jadi dalam 6 bulan ini, pemerintah pusat akan menyetabilkan harga minyak goreng agar terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Menyusul melonjaknya permintaan/pembelian di supermarket dan minimarket, pihaknya telah menginstruksikan para pengelola menambah stok minyak goreng.

Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan minyak kemasan dengan harga yang terjangkau.

“Hal ini dilakukan agar para pelaku usaha dan rumah tangga dapat melakukan aktivitas ekonomi dan rumah tangga dapat memberikan kehidupan kepada keluarganya dengan harga yang terjangkau,” tutup Nia.

(Andian/Bambang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini