spot_img
Kamis 18 Agustus 2022
spot_img
More

    Mengenal Covid-19 Omicron, Lebih Bahaya Dari Varian Delta?

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Virus Covid-19 varian Omicron menjadi kekhawatiran baru dunia. Strain yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini membuat banyak negara sepakat memperketat karantina.

    Omicron telah diklasifikasikan sebagai “varian of concern” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini berarti lebih menular, lebih ganas atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi.

    Varian terbaru ini mengandung 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh.

    BACA JUGA: Seberapa Parah Covid-19 Varian Omicron?

    Pakar kesehatan telah memperingatkan banyak dari mutasi ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi dan penularan antibodi, yang dapat membatasi efektivitas vaksin Covid-19 yang ada.

    Melansir CNBC, Dokumen Kementerian Kesehatan dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Penanganan Pandemi: Menghadapi Omicron, disebutkan secara gamblang fakta-fakta mengenai virus tersebut.

    Dokumen tersebut menyebutkan bahwa varian ini mengkombinasi mutasi yang sebelumnya dimiliki oleh variant of concern lainnya.

    Mulai dari peningkatan transmisi penularan, penurunan kemampuan netralisasi antibodi. Namun, tidak ada bukti dalam peningkatan keparahan, terutama pada individu yang telah divaksin.

    Tingkat keparahan sendiri, preliminary informasi dari Afrika Selatan menunjukkan bahwa omicron tidak memiliki perbedaan gejala dan mirip dengan varian lainnya. Beberapa individu bahkan tidak bergejala.

    Omicron dalam dokumen Kementerian Kesehatan juga kemungkinan lebih cepat menular dibandingkan varian delta dan re-infeksi.

    Sementara itu, beberapa mutasi di protein spike menunjukkan efek yang signifikkan terhadap penurunan kemampuan antibodi dalam menetralisasi virus. Adapun efek resistensi terhadap vaksinasi juga belum diketahui.

    Dokumen Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bagaimana perkembangan varian ini lebih cepat dibandingkan sebaran varian Delta dalam kurun waktu 22 hari terakhir

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img