spot_img
Selasa 3 Agustus 2021
spot_img
spot_img

330 Sekolah Di Kota Bandung Serentak Ikuti Simulasi PTM Terbatas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas secara serentak pada 330 sekolah berbagai jenjang di kota Bandung. Simulasi tersebut, diikuti oleh sekolah yang telah lolos seleksi protokol kesehatan (Prokes) sehingga diperkenankan mengelar simulasi.

“Kita serentak hari ini, ada 330 yang harus dicek. Sekarang bukan hanya diri saya tapi berbagi dengan yang lain dinas pendidikan pun saya yakin sudah menbagi para petugas dan harus melihat standar-standar yang kita sepakati,”‎ kata Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, di SD dan SMP Santo Yusup, Jalan Jawa, Kota Bandung Jabar Senin, (7/6/2021).

Ema mengungkapkan, dari hasil pemantauan sementara, ada sejumlah penekanan informasi yang berikan sekolah-sekolah yang melakukan simulasi.

BACA JUGA: PTM Di Kota Bandung Ditunda Jika Kasus Covid-19 Bertambah

“Ada banyak hal yang kita perhatikan, untuk di sekolah ini kami lihat sudah baik, tenaga pendidik pun sudah paham dan fasih, anak-anak pun sudah tahu harus membawa apa, misalnya makanan sendiri hingga handsanitizer,” ungkapnya.

bandung
Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bandung. (Foto: Yusuf Mugni)

Ema mengatakan, bahwa tidak ada paksaan bagi siswa untuk melakukan PTM. Menurutnya, terbukti dari adanya sejumlah siswa yang tidak mengikuti PTM karena tidak memperoleh izin orang tua.

“Dari 21 siswa yang diminta hadir, hanya ada 3  siswa yang hadir, sisinya memang orang tua belum mengizinkan, jadi memang tidak ada unsur paksaan,” ucap Ema.

Ema menambahkan, simulasi akan berlangsung hingga 18 Juni 2021. Pihaknya akan melakukan evaluasi setelah masa simulasi usai yang akan menjadi dasar keputusan PTM Terbatas pada Juli mendatang.

“Nanti kita akan evaluasi, kita sampaikan fakta-fakta di lapangan kita bawa ke ratas, keputusan nanti diserahkan ke Pak Wali,” kata Ema.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Santo Yusup Yohana Dita mengatakan, hanya 10 orang siswa kelas enam yang mengikuti simulasi belajar tatap muka dari total siswa 27 orang. Simulasi tersebut akan dilakukan tiap kelas hingga tanggal 17 Juni mendatang.

“Yang ikut simulasi hanya 10 orang, kelas 6, simulasi gak langsung belajar. Memberlakukan belajar tatap muka untuk kelas dengan sistem sifting,” kata Yohana.

Menurunya, simulasi belajar tatap muka dilakukan untuk kelas satu dan enam. Pada Selasa dilakukan sterilisasi, pada Rabu untuk kelas dua dan empat sedangkan Jumat untuk kelas tiga dan lima dengan satu kali pertemuan maksimal dua jam.

“Khusus untuk TK belum dilakukan simulasi belajar tatap muka, sebab belum dilakukan pembicaraan terkait hal tersebut,” ucapnya.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img