spot_img
Selasa 22 Juni 2021
spot_img
spot_img

Menko Bidang Ekonomi, Berharap Penerima Kartu Prakerja Bisa Jadi Wirausaha Baru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto berdialog langsung dengan 40 peserta penerima program kartu prakerja di Hotel Papandayan jalan Gatot subroto Kota Bandung Jabar Jumat (4/6/2021).

Saat bincang-bincang, Airlangga mendengarkan cerita sejumlah penerima kartu prakerja yang telah berhasil merintis usahanya, seperti ada yang wirausaha penjualan aquarium, fesyen, hingga main-mainan tradisional anak.

“Alhamdulillah banyak peserta yang mengharapkan bantuan ini terus dilanjutkan karena memang sangat membantu mereka. Jadi, program yang sudah dibuat ini akan dilanjutkan kepada pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan modal minimal Rp 10 juta dan ada yang ajukan sampai Rp 100 juta,” katanya.

Pihaknya berharap seluruh penerima kartu prakerja dapat menjadi usahawan kecil dan menengah sehingga dapat menjadi wirausaha baru.

BACA JUGA: Senin (7/6), Simulasi PTM Terbatas di Kota Bandung Dimulai

Sementara itu, Direktur Eksekutif Managemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Deni Puspa Purbasari mengungkapkan, sebanyak 98 persen anggaran terserap pada 2021 dari anggaran yang telah dialokasikan sebanyak Rp 10 triliun. Pada semester I tahun 2021 ada sebanyak 2,7 juta peserta prakerja baru dan total sudah sebanyak 8,2 juta penerima kartu prakerja di seluruh Indonesia.

FOKUSJabar.id Kartu Prakerja
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto Saat Berbincang-bincang Dengan Para Penerima Kartu Prakerja di Hotel Papandayan Jalan Gatot subroto Kota Bandung Jabar Jumat (4/6/2021) (FokusJabar/Yusuf Mugni)

“Kami terus pantau alumni-alumni prakerja. Sekarang sudah miliki kesempatan mendapatkan suntikan modal dari perbankan dan dibantu oleh tujuh platform untuk akses penjualan produk,” kata dia. 

Deni mengatakan, peserta yang kurang berhasil dalam merintis usahanya setelah mendapat bantuan dari prakerja. Menurutnya, peserta dapat meminta bantuan melalui KUR dengan tentunya nanti akan dilihat kelayakan usahanya. 

“Jadi KUR itu kan kredit untuk wirausaha, sehingga kalau kredit itu kelayakan usahanya dinilai. Tapi, tadi pak Menko sudah menjamin bahwa di kondisi pandemi suku bunganya rendah sekitar 3 persen, serta diberikan pelatihan sebagai modal pengetahuan agar menjadi wirausaha yang berhasil,” katanya.

Deni menjelaskan, berdasarkan data dari pelaksana program kartu prakerja, pada 2020 lalu, jumlah penerima kartu prakerja sebanyak 5,5 juta orang dengan 17 persennya ialah mereka yang tidak bekerja dan kemudian mendaftar prakerja lalu kini menjadi seorang wirausahawan.

“17 persen ini bervariasi, ada yang baru mulai, berkembang, dan hebat. Mereka sebagian besar awal modalnya dari insentif senilai Rp 2,4 juta. Lalu, setelah berkembang akhirnya mereka melirik untuk meminjam KUR sebagai sumber dana tambahan,” kata dia.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img