spot_img
Senin 3 Mei 2021
spot_img
spot_img

Penerima Bantuan UMKM di Kota Banjar Berkurang

BANJAR,FOKUSJabar.id: Penerima bantuan untuk pemulihan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi covid-19 di Kota Banjar berkurang. Pengurangan penerima terjadi di program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM dan Jaringan Pemulihan Ekonomi (JPE).

Saat ini, BPUM diberikan kepada 13.822 pelaku UMKM di Kota Banjar. Sedangkan bantuan dari program JPE hanya akan diberikan kepada 930 UMKM.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Perdagangan (Diskukmp) Kota Banjar, Tatang Nugraha mengatakan, dibandingkan tahun 2020, penerima BPUM di tahun 2021 mengalami penurunan. Dari usulan sebanyak 27 ribu pelaku dan hanya sekitar 23 ribu yang terverifikasi Pemerintahan Pusat.

“Bahkan berdasar data BRI, yang bisa dicairkan hanya 13.822 pelaku UMKM saja, mungkin ada verifikasi ulang atau penerima sedang menjalankan program Kredit Usaha Ringan (KUR),” kata Tatang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).

BACA JUGA: Stok Darah di PMI Kota Bandung Kosong

Bagi calon penerima yang belum mendapatkan bantuan, lanjut dia, bisa melakukan pendaftaran kembali melalui laman http.//bit.ly/bpum21_diskukmp_kotabanjar untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro di tahun 2021.

“Bagi yang belum dapat, bisa mencoba daftar kembali. Namun ada penurunan nominal dari Rp2,4 juta menjadi Rp1,2 juta,” kata dia.

Selain itu, pihaknya akan segera menyalurkan bantuan melalui program JPE. Program JPE diperuntukkan bagi pelaku usaha terdampak Covid-19 yang belum mendapatkan bantuan sama sekali.

Dia mengatakan, besaran bantuan JPE dari Pemerintahan Kota (Pemkot) Banjar yakni Rp1 juta. Namun jumlah penerima bantuan mengalami pengurangan karena jumlah anggaran mengalami pengurangan akibat refocusing.

“Saat ini, untuk penerima JPE hanya 930 UMKM saja. Turun dibandingkan penyaluran sebelumnya yang diberikan kepada 3.872 pelaku usaha. Anggaran untuk JPE pun sekarang hanya Rp1 milyar karena terkena refocusing,” kata dia.

(Budiana Martin/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img