spot_img
Rabu 1 Desember 2021
spot_img
spot_img

PPKM di Kota Banjar Jam Oprasional Pelaku Usaha Hingga Pukul 19.00 WB

BANJAR,FOKUSJabar.id: Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjar batasi jam operasional pelaku usaha sampai pukul 19.00 WIB.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny mengatakan, dalam penerapan PPKM ini memiliki regulasi-regulasi yang harus dilakukan selama penerapan untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Dalam penerapan PPKM ini mewajibkan para pelaku usaha untuk membatasi jam operasionalnya sampai pukul 19.00 Wib, semoga Covid-19 di tahun ini segera berakhir,” katanya saat melakukan sosialisasi terkait penerapan PPKM di Kota Banjar, Rabu (13/1/2021).

Melda mengatakan, pihaknya bersama personel gabungan dari intansi di Kota Banjar terus melakukan patroli memberikan edukasi terkait penerapan PPKM ini.

BACA JUGA: Jadwal Vaksinasi di Kota Banjar Belum Jelas

“Kami terus memberikan edukasi dengan menghampiri para pedagang kaki lima di sekitaran alun-alun dan Jalan Letjen Suwarto, dan mendatangi pertokoan,” kata¬† dia.

Dia menyebutkan di masa PPKM ini masyarakat tidak hanya diberikan pedoman terkait penerapan prilaku 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak) saja, melainkan menjadi 5M yakni Memakai masker,mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi kegiatan.

“Jadi dalam masa PPKM tidak hanya 3M yang dipedomani, namun 5M,” kata Melda.

Selain itu, Melda juga melakukan pengecekan terkait ketersediaan sarana protokol kesehatan (Prokes) di pertokoan maupun perkantoran di Jalan Letjen Suwarto.

“Saat patroli ketersediaan prokes juga di cek,” kata dia.

Sementara itu, Salah satu pedagang di Kota Banjar, Usman mengaku dengan adanya penerapan PPKM ini pendapatan usahanya mengalami penurunan, terlebih ia biasa memulai usahanya tersebut mulai pada sore hari.

“Pendapatan ya menurun, selain saat ini musim hujan, ya kan usaha seperti saya ini biasanya buka sore, jadi kalo di batasi sampai pukul 19.00 WIB pasti menurun, tapi mau gimana lagi kita cuma bisa mengikuti saja,” katanya.

Kata dia, saat Pandemi Covid-19 dirinya selalu mengikuti apa yang menjadi kehendak pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, akan tetapi pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintahan untuk bertahan hidup dan berusaha mempertahankan usahanya agar tidak gulung tikar.

“Untuk bantuan, alhamdulilah saya belum pernah dapat,” kata Usman seraya memanjatkan do’a supaya Pandemi covid-19 ini cepat berlalu.

(Budiana Martin/Anthika Asmara)

 

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img