Kamis 22 Oktober 2020

Waspada, Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Meningkat Drastis

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya kini sangat memprihatinkan. Pasalnya pada awal September ini sudah mencapai 72 kasus, dengan penambahan sebanyak 24 kasus. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Dr. Uus Supangat mengatakan, situasi perkembangan Covid-19 secara nasional memang terus meningkat termasuk di wilayah Kota Tasikmalaya grafiknya terus naik.

“Ini harus diwaspadai oleh semua pihak, jangan mengganggap enteng wabah corona, karena belum selesai dan masih aktif sehingga terus memakan korban jiwa,” kata Dr. Uus Minggu (20/09/2020).

Dia menjelaskna, meningkatkan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya tidak terlepas dari pola perilaku masyarakat yang tidak disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan yang selalu dianjurkan Pemerintah.

“Kita minta masyarakat Kota Tasikmalaya, jangan kendor untuk melaksanakan protokol kesehatan, selalu memakai masker disaat bepergian keluar, jaga jarak, tidak berkerumun, rajin cuci tangan dengan sabun serta pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

BACA JUGA: MOG Indonesia Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Sebenarnya kata  Dr. Uus, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya mampu dikendalikan beberapa bulan ke belakang, namun tidak lama kemudian kasusnya kembali meningkat. Sebab kata dia, pernah bulan juli lalu, kasus baru nihil, kemudian bulan Agustus mulai ada kasus baru lagi, bahkan naik terus, dan hingga tanggal 20 September sekarang naik drastis.

“Hanya dalam dua minggu lebih kasus baru mencapai 24 kasus, dan pernah dua hari 7 kasus,” katanya. 

Dia menambhakan bahwa penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), bukan berarti bebas beraktivitas semaunya, tapi tetap waspada dari penularan virus corona. New normal ini bukan sebebas-bebasnya seperti dulu-dulu sebelum ada wabah sehingga tidak menghiraukan penularan Covid-19 dengan tidak melaksanakan protokol kesehatan.

“Hal tersebut yang mengakibatkan melonjaknya lagi kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya karena masyarakat mengganggap virus ini selesai padahal sampai saat ini penyebarannya lebih masif dan aktif, bahkan terus memakan korban,” katanya. 

(Seda/Antik)

Artikel Lainnya

Sony Diskon Game PS4 Sambut Halloween, Ini Daftarnya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Memeriahkan Halloween yang jatuh pada 31 Oktober, Sony...

Dinkes Kota Bandung Minta Warga Lapor Jika Swab Test Lebih dari Rp900 Ribu

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Dinkes Kota Bandung, Jabar, Rita Verita mengimbau apabila ada warga yang melakukan tes swab dengan harga di atas ketentuan yakni Rp900 ribu...

Pasar Kreatif Bandung Berhasil Raup Omzet Rp1,4 Milyar

BANDUNG,FOKUSJabar.co.id: Pasar Kreatif Bandung yang digagas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mampu meraup omzet Rp1,4 milyar lebih. Target yang dicanangkan yakni Rp3...

Sampaikan Pidato Kehormatan, 4 Guru Besar UPI Masuki Masa Pensiun

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melepas empat guru besar yang memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) melalui acara 'Pidato Kehormatan Guru...

Melalui Program BSMSS, Warga Gotong Royong Bangun Jalan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Budaya gotong royong nampak masih melekat di keseharian masyarakat Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Hal ini terlihat saat warga turun secara langdung...

Protes Penolakan Omnibus Law Kembali Disuarakan Mahasiswa

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Menggugat menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi digelar di depan Gedung...

Soal Mesin Waktu, Ini 4 Teori untuk Menjelaskannya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mesin waktu sampai saat ini selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan. Bahkan, banyak sekali film maupun novel yang melibatkan konsep mesin waktu. Saat ini,...