Sabtu 19 September 2020

Pasar Dadakan BMX Ciamis Kembali Ditutup

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pasar dadakan Sirkuit BMX Ciamis Jawa Barat, terpaksa untuk sementara ditutup kembali setelah pekan lalu secara perdana dibuka kembali pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut di Kabupaten Ciamis.

Menurut Kadisbudpora Kabupaten Ciamis Erwan Dermawan, pasar dadak Sirkuit BMX Ciamis kembali di tutup kerena sebelumnya juga sudah ada komitmen apabila ada sesuatu akibat Covid-19 tempat itu akan ditutup.

“Sebelum kemarin dibuka kami sudah berkordinasi dengan semua pedagang kalau ada sesuatu terkait Covid-19 tempat itu akan ditutup untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan,” katanya. Jumat (14/8/2020).

Erwan menuturkan, karena saat ini wilayah Kecamatan Ciamis kondisinya zona merah akibat ada seorang warga yang dinyatakan positif Covid-19 maka dengan terpaksa pasar dadakan di lokasi Sirkuit BMX untuk sementara ijinya dicabut.

BACA JUGA: Fasilitas WiFi Gratis di Koramil 1301 Ciamis Kota Diapresiasi Sekolah

“Berdasarkan keterangan dari gugus tugas Covid-19 Kabupaten Ciamis untuk saat ini wilayah Kecamatan Ciamis zona merah,” kata dia.

Erwan mengatakan, karena lokasi Sirkuit BMX tempat jualan para pedagang yang tergabung di Himpunan pedagang kreatif Ciamis (HPKC) berada di wilayah zona merah untuk antisipasi penyebaran Covid-19 tempat itu tidak boleh ada aktifitas sampai situasi aman kembali.

FOKUSJabar.id Ciamis
Surat edaran dari Dinas Kebudayaan dan pemuda olahraga yang menyatakan lokasi BMX ditutup untuk sementara dan situasi saat pasar dadakan beroprasi.

“Ditutupnya lokasi itu sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Erwan melanjutkan, pembukaan kembali ijin penggunaan tempat parkir Sirkuit BMX yang dijadikan tempat jualan pedagang setelah situasi aman kembali dan wilayah Kecamatan Ciamis menjadi zona hijau.

“Kalau kondisi sudah Clear dan ada rekomendasi dari gugus tugas tempat itu akan kembali dibuka dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan,” katanya.

Sementara itu salah seorang pedagang  nasi Tutug Oncom (TO) berlabel Dapur Demplon Neneng (49) mengaku, kecewa karena baru satu kali dibuka sudah tutup lagi namun dirinya tetap akan menuruti aturan dari pemerintah.

“Kalau kecewa sih kecewa namun demi keselamatan semua kita harus ikuti aturan yang ada dari pihak pemerintah walaupun kita butuh untuk kehidupan keluarga dengan berdagang dilokasi itu,” katanya.

(Husen Maharaja/Antik)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

KLHK Minta Pemda Cabut Peredaran Tiga Jenis BBM di SPBU

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintahan daerah (Pemda) diminta berani mencabut peredaran tiga...

Soal Covid -19 Pemkab Pangandaran Gelar Rapat Koordinasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menghadapi Pilkada Kabupaten Pangandaran yang akan dihelat 9 Desember mendatang, pemerintah kabupaten Pangandaran menggelar rapat koordinasi tentang penegakan hukum terkait protokol kesehatan. Rapat...

Bincang Bisnis Online Bank bjb, Trik Promosi Jualan Laris

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb akan membantu berikan solisi  Kebutuhan akan penggunaan platform digital sebagai media pemasaran mutlak diperlukan untuk mendongkrang bisnis di zaman kiwari. Lewat pemanfaatan...

1 Polwan Papua Meninggal Ditabrak Minibus

JAYAPURA,FOKUSJabar.id: Bripka Polwan Christin Batfeny, anggota Propam Polda Papua, tewas mengenaskan akibat ditabrak minibus saat menuju ke kantornya, Rabu (16/9/2020). Korban yang menggenakan pakaian dinas...

Mantan Kades Nagarajaya Ciamis Ditangkap Polisi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sat Reskrim Polres Ciamis ungkap kasus korupsi dan menahan seorang pelaku berinisial AH (50), mantan Kades Nagarajaya, Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, Jabar. Menurut Wakapolres...

Penanganan Covid-19 di Indonesia tak Bisa Dibandingkan dengan Negara Lain

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi0 dalam...

Masih Terapkan AKB, Kota Bandung Tak Batasi Wisatawan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum melakukan pembatasan bagi wisatawan hingga saat ini, meski tengah melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) secara ketat. "Belum ya, belum...