Sabtu 26 September 2020

Meski Berat, Tempat Hiburan Malam Akan Direlaksasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mulai melakukan relaksasi sektor hiburan malam. Keputusan diambil berdasarkan hasil evaluasi adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi bersama Forkopimda, sektor hiburan malam masih cukup berat untuk diijinkan. Mengingat Kota Bandung masih berada di zona oranye.

Meski demikian, pihaknya akan mulai mengijinkan untuk direlaksasi dengan syarat mengajukan kesiapan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Sektor hiburan malam, karaoke, bar, pub, bioskop masih berat, makanya akan relaksasi dengan seleksi prokotol secara ketat,” ujar Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020).

Relaksasi akan diberikan dengan syarat, pihak pengusaha hiburan malam harus mengusulkan satu-satu persatu terkait kesiapan protokol kesehatan. Jika ditemukan ada tempat hiburan malam yang tidak lolos seleksi, ijin pembukaan akan ditolak.

“Kalau sudah mengusulkan kemudian disurvei dan tidak lolos, tidak akan diberikan persetujuan. Ini saking berat di sektor hiburan,” ujar Wali Kota Bandung.

BACA JUGA: ATCS Dishub Kota Bandung Catat 2000 Pelanggaran dalam Sepekan

Selain itu, Oded mengatakan, pihak pengusaha harus melampirkan bukti pegawai bebas dari Covid-19. Untuk pengajuan relaksasi, tidak diperkenankan melalui asosiasi namun harus dilakukan masing-masing.

“Untuk petugas hiburan, pegawai, harus ada jaminan dari pengusaha mereka bebas dari Covid-19 dengan swab atau rapid. Pengajuan tidak bisa lewat asosiasi, karena ini berat, saya ingin memastikan semua titik benar-benar siap,” kata dia.

Pengajuan akan diperbolehkan mulai hari Senin (10/8/2020), ketika Peraturan Wali Kota telah dikeluarkan. Pemkot Bandung pun akan melakukan pengawasan melalui Satgas Kesehatan.

Sementara Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna megatakan, tempat hiburan tidak akan buka serentak tapi berdasarkan urutan siapa yang lebih dulu diberikan izin.

“Jadi jangan heran kalau nanti di Kota Bandung, misalnya, ada 85 tempat hiburan tapi yang buka cuma tiga. Karena itu tadi, tergantung siapa yang lebih dulu diberikan relaksasi,” ujar Ema.

Selain syarat penerapan protokol kesehatan yang harus ketat, lanjut Ema, nanti tempat hiburan yang sudah diberikan relaksasi akan diawasi Satuan Tugas (Satgas) gabungan yang ketuai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

Sekda: Tidak Ada Kompromi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan...

Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Datangi Polres Banjar

BANJAR,FOKUSJabar.id: Ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila dari Kota Banjar, Kabupaten Cilacap dan Ciamis mendatangi Polres Banjar, Kota Banjar, Jabar, Jumat (25/9/2020). Kedatangan mereka...

Wali Kota Bandung: Tidak Bisa Senaknya Berikan Kesimpulan Terkait Masker Scuba dan Buff

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Soal larangan penggunaan masker scuba dan buff, Wali Kota Bandung, Jabar, Oded M Danial mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan dinas terkait. "Nanti...

Waspada, Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Meningkat Drastis

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya kini sangat memprihatinkan. Pasalnya pada awal September ini sudah mencapai 72 kasus, dengan penambahan sebanyak 24 kasus.  Kepala...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan bergengsi dalam acara The 8th Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020, Sabtu (19/9/2020). Yuddy Renaldi dinobatkan sebagai...

Covid-19 Meningkat, Garut Berlakukan PSBM

GARUT,FOKUSJabar.id: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Garut,Jabar, Rudy Gunawan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dengan melakukan lockdown di...

Dalam 5 hari, Pasien Positif Corona di Kota Banjar Tembus 8 orang

BANJAR,FOKUSJabar.id: Sebanyak 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar dalam 5 hari terakhir, Sabtu (19/9/2020). Dalam kurun waktu tersebut setiap harinya terus ada...