spot_imgspot_img
Sabtu 18 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Ciamis Mediasi Dua Organisasi Yang Bertikai

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memastikan situasi di Ciamis kondusif setelah bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila PAC Sadananya dan Karang Taruna Kecamatan Sadananya yang terjadi di Desa Sadananya Kecamatan Sadananya Ciamis. Senin (25/5/2020) sore.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar mediasi dari kedua organisasi tersebut dengan menghadirkan tokoh sesepuh Pemuda Pancasila dan Pengurus Karang Taruna Kabupaten serta kedua orang yang terlibat konflik di ruang Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (26/5/2020) hadir pula dari unsur Forkopimda dan SKPD terkait.

Herdiat menyampaikan, islah diperlukan agar menyelesaikan permasalahan perselisihan yang terjadi. Karena hal tersebut berdampak secara umum terutama kondusifitas di Masyarakat.

“Diharapkan kedua belah pihak dari kelembagaaan Pemuda Pancasila dan Karangtaruna terutama personal yang bertikai dari alias AK dan AB agar islah dan mengajak berfikir lebih jauh demi kepentingan masyarakat,” kata Herdiat.

Herdiat menyampaikan, saat sedang menghadapi Covid-19, jangan sampai membuang energi berlebih dengan perselisihan. Ada hal yang harus difikirkan lebih penting baik level Kabupaten maupun Nasional terkait penanganan melawan Covid-19.

“Ketidaknyamanan dan ketidak kondusifan situasi di sebuah daerah akan berdampak ke aspek lainnya terutama secara psikologi masayarakat,” kata Herdiat.

BACA JUGA: Dengan New Normal, Destinas Wisata Ciamis Buka Kembali Juli

Sementara itu Pengurus Karang Taruna Kabupaten Ciamis Andi Fikri menyampaikan secara personal dari AK dan organisasi menyatakan kesiapan untuk islah dengan AB dan Pemuda Pancasila dan akan menarik Laporan yang telah dibuat ke Polres Ciamis.

“Dengan pernyataan kesiapan islah ini, kita ingin menjaga kondusifitas Kabupaten Ciamis. Permasalahan benar atau salahnya perselisihan yang terjadi kita anggap selesai, ini hanya permasalahan lokal dan perselisihan personal,” kata Andi. 

“Kita mengajak untuk rekonsialisasi dengan Pemuda Pancasila agara bisa bergandengan membangun Ciamis lebih baik, ini hanya permasalahan lokal kecamatan saja,” katanya.

Sekretaris Karang taruna Kabupaten Ciamis Ega Anggara menambahkan, kejadian ini benturanya hanya di satu kecamatan. Namun karena medsos menimbulkan fanatisme organisasi sehingga sulit membendung mobilisasi massa.

“Telah dilakukan mediasi di Polres Ciamis dan telah mengarah islah dan perselisihan ini tidak menyeluruh terkait konfliknya hanya pesonal dan skup lokal saja,” katanya.

Sesepuh Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis Joni Jalil Anwar menuturkan, pihaknya akan meredam para anggota Pemuda Pancasila agar tidak menimbulkan gejolak kembali diantara kedua belah pihak. Pihaknya akan meupayakan komunikasi secara baik.

“Secara organisasi kita belum bisa memutuskan atau menyatakan kebijakan islah mengenai permasalahan perselisihan kemarin, kita akan kedatangan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Barat besok Rabu 27 Mei 2020 untuk merundingkan menanggapi persoalan yang telah terjadi,” kata Joni.

Dari kedua personal yang bertikai, alias AK dan AB telah manyatakan kesediannya untuk melakukan islah yang disampaikan secara langsung dihadapan forkopimda dan pengurus kedua organisasi. Namun secara organisasi Pemuda Pancasila memilih untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sedang Karang Taruna secar lugas siap untuk rekonsilasisasi dan islah.

(Riza M Irfansyah/As)

spot_img

Berita Terbaru