BANDUNG, FOKUSJabar.id: Harga telur ayam di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) mengalami kenaikan signifikan seiring di mulainya kembali aktivitas sekolah dan meningkatnya permintaan.
Di Pasar Kosambi, harga telur kini mencapai Rp27 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp23 ribu per kilogram.
BACA JUGA:
Genjot Pembiayaan Ritel & SME, BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Kolaborasi Lewat Synergy Roadshow 2026 di Bandung
Pedagang telur ayam di Pasar Kosambi, Eeng mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sejak sekolah kembali aktif. Menurutnya, lonjakan harga berlangsung secara bertahap hingga mencapai Rp27 ribu per kilogram.
“Sekarang harga telur Rp27 ribu per kilogram. Sebelumnya masih Rp23 ribu per kilogram,” kata Eeng di Pasar Kosambi Bandung, Sabtu (18/7/2026).
Eeng menjelaskan, kenaikan harga telur terjadi secara bertahap. Awalnya naiqk sekitar Rp500 per kilogram, kemudian kembali meningkat Rp1.000 per kilogram hingga kini mencapai Rp27.000 per kilogram.
“Saat mulai masuk sekolah harga naiknya lumayan tajam. Awalnya naik Rp500, kemudian naik lagi Rp1.000, terus naik lagi sampai sekarang,” katanya.
Eeng mengungkapkan, kenaikan harga tersebut mulai di keluhkan oleh para pembeli. Banyak pelanggan merasa keberatan karena harga telur naik cukup tinggi dalam waktu singkat.
“Pasti ada yang mengeluh. Kemarin-kemarin harga telur masih Rp23 ribu, sekarang Rp27 ribu. Katanya naiknya tinggi sekali,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Sungai Ciwidey Hitam Pekat, Dedi Mulyadi Berang dan Buru Pelaku Pembuang Limbah
Eeng memperkirakan, harga telur masih berpotensi naik apabila permintaan terus meningkat. Terutama setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan.
“Kalau melihat kondisi bulan kemarin dan sekarang MBG sudah aktif lagi, harga telur bisa naik sampai lebih dari Rp30 ribu per kilogram,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



