spot_img
Selasa 21 Mei 2024
spot_img
More

    bjb Sabet Penghargaan Bank Sehat Indonesia Best Bank Award 2019

    BANDUNG,FOKUSJabar.id : Sepanjang tahun 2019 di tengah situasi perekonomian global dan nasional yang penuh tantangan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk. (bank bjb) berhasil menorehkan deretan kinerja positif. Dengan Kualitas pertumbuhan berada dalam koridor positif seiring likuiditas yang terjaga tinggi di atas rasio yang dipersyaratkan regulator.

    Dari sisi kinerja, bank bjb berhasil membukukan laba sebesar Rp1,37 triliun hingga September 2019. Pertumbuhan total laba tersebut diikuti oleh capaian luar biasa di sektor aset yang menembus Rp123,6 triliun. Pencapaian tersebut, dibarengi tingginya likuiditas mencerminkan kondisi kesehatan perusahaan yang terbilang sangat prima.

    Catatan yang diguratkan bank bjb ini membuat perseroan mendapat penghargaan sebagai Bank Berpredikat “SEHAT” pada Kategori BUKU 3 dengan Aset di Atas Rp100 Triliun. Komplimen tersebut diraih bank bjb dalam Indonesia Best Bank Award 2019 yang diselenggarakan di Mawar Ballroom, Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

    Penghargaan yang dihelat oleh Warta Ekonomi ini diberikan kepada bank berkinerja optimal dan memiliki kondisi keuangan baik atau sangat baik. Likuiditas perbankan yang kuat turut membantu Indonesia menghadapi gejolak perekonomian dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang salah satunya dipicu ancaman resesi ekonomi global.

    “Kualitas pertumbuhan usaha yang baik adalah kunci bagi kondisi kesehatan keuangan perseroan yang kuat. Kinerja optimal yang senantiasa diperlihatkan perseroan tidak bisa dilepaskan dari penerapan prinsip Good Corporate Governance yang apik di segala lini usaha sekaligus kerja keras seluruh insan perseroan dalam menghadapi tantangan dan perubahan dengan semangat sinergi dan inovasi,” ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

    Pengukuran tingkat kesehatan bank sebagai peraih penghargaan dilakukan melalui lima aspek variabel, di antaranya, Pertama, aspek profil risiko yang dinilai berdasarkan faktor risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan dan risiko reputasi. Kedua, aspek Good Corporate Governance (GCG) di mana aspek ini dinilai berdasarkan transparansi, akuntabilitas, profesionalitas dan kewajaran.

    Ketiga, aspek rentabilitas di mana aspek ini dinilai berdasarkan faktor kinerja bank dalam menghasilkan laba, sumber-sumber pendukung rentabilitas yang diukur indikator rasio pendapatan bunga bersih terhadap total aset dan rasio pendapatan operasional selain pendapatan bunga kredit, dan stabilitas (keberlanjutan) komponen pendukung rentabilitas yang diukur dengan rasio primary core net income terhadap Total Aset. Keempat, permodalan yang dinilai berdasarkan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan rasio modal inti terhadap aset. Kelima, kinerja intermediasi yang dinilai berdasarkan dua indikator, yaitu pertumbuhan kredit dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

    (HW)

    Berita Terbaru

    spot_img