spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Hewan Kurban, 184 Petugas Siaga hingga Tasyrik

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 dengan mengerahkan 184 petugas pemeriksa. Langkah ini bertujuan menjamin seluruh hewan yang beredar dalam kondisi sehat, layak konsumsi, serta terbebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin langsung pelepasan tim pemeriksaan antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan) di Balai Kota Bandung, Senin (11/5/2026). Petugas akan menyisir seluruh titik penjualan dan lokasi pemotongan di 151 kelurahan hingga masa tasyrik berakhir.

Baca Juga: Faunaland Siapkan Suntikan Dana Besar untuk Perawatan Satwa Bandung Zoo

“Kami mengawasi secara menyeluruh seluruh tempat penjualan dan penyembelihan. Tim ini akan bergerak setiap hari tanpa jeda untuk memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang benar-benar layak,” tegas Farhan.

Syarat Ketat Masuk Kota

Farhan mewajibkan setiap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Bandung telah menerima vaksin PMK dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Ia menilai para peternak saat ini jauh lebih siap dan memahami prosedur kesehatan berkaca pada pengalaman wabah dua tahun lalu.

Selain aspek kesehatan, Pemkot Bandung memprediksi kenaikan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai 25.000 ekor, meningkat signifikan dari tahun 2025 yang tercatat sebanyak 18.640 ekor. Farhan mengaitkan tren peningkatan ini dengan membaiknya kondisi ekonomi masyarakat di Kota Kembang.

Digitalisasi dan Pelatihan Juru Sembelih

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa tim pemeriksa terdiri dari personel internal yang mendapat dukungan dari PDHI Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, serta Telkom University.

Setiap hewan yang lulus pemeriksaan akan memakai kalung penanda khusus yang terintegrasi dengan aplikasi e-Selamat. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memverifikasi identitas, foto, serta status kesehatan hewan secara transparan hanya melalui ponsel.

“Masyarakat cukup mengecek lewat aplikasi untuk memastikan kesehatan hewan pilihannya. Kami juga melarang pedagang berjualan di atas trotoar demi ketertiban kota,” tambah Gin Gin.

Sebagai langkah pelengkap, Pemkot Bandung turut membekali 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dengan pelatihan pemotongan halal.

Program rutin ini bertujuan memastikan proses penyembelihan memenuhi kaidah syariat sekaligus standar kebersihan yang tinggi. Tahun ini, Kota Bandung juga kembali menyediakan dua ekor sapi bantuan presiden dengan bobot masing-masing 1,25 ton untuk disalurkan kepada warga.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru