BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tambahan 6 medali, memastikan kontingen PJSI Kota Bogor mempertahankan gelar juara umum di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Judo ‘Piala Gubernur Jabar 2019’ di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung.
Kejuaraan ke-11 bertajuk Piala Gubernur Jabar tahun 2019 ini di tutup Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, Engkus Sutisna pada Minggu (27/10/2019).
BACA JUGA:
Siapa Kampiun Super League 2025/26, Persib atau Borneo FC?
Kontingen PJSI kota Bogor, total meraih 11 medali emas, 3 medali perak, dan 9 medali perunggu. Posisi runner up ditempati PJSI Kabupaten Karawang dengan raihan 7 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu, disusul PJSI Kota Bekasi dengan raihan 6 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu di peringkat tiga.
Setelah meraih 5 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu di hari pertama, Sabtu (26/10/2019), PJSI Kota Bogor menambah 6 medali emas, 1 medali perak, dan 7 medali perunggu di hari terakhir, Minggu (27/10/2019).
Ke-enam medali emas yang di raih PJSI Kota Bogor di hari kedua, di sumbangkan dari kelompok SMA sebanyak 3 medali emas dan kelompok senior sebanyak 3 medali emas.
Di kelompok SMA, PJSI Kota Bogor meraih medali emas dari kelas -55 kg putra atas nama M. Rizqi Baehaqi, lalu di kelas -66 kg putra atas nama Bintang Aulia Kautsar, serta Puspita di kelas -57 kg putri.
Sedangkan di kelompok senior, tambahan medali emas bagi PJSI Kota Bogor di sumbangkan Dewa Kadek Rama di kelas -66 kg putra, Nathasya Putri di kelas -63 kg putri, serta Mia Maulidini di kelas +78 kg putri.
” Kita memang menargetkan mempertahankan juara umum, namun dari sisi raihan medali di luar prediksi kita. Kita hanya target 10 medali emas. Tapi Alhamdulillah terlampaui dan meraih 11 medali emas,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PJSI Kota Bogor, Budi Hidayat saat di temui usai penutupan kejuaraan, Minggu (27/10/2019).
Budi mengaku jika ada target medali di meleset di beberapa kelas pertandingan. Namun hal tersebut mampu tertutupi dari kelas pertandingan yang sebelumnya tidak menjadi target raihan medali emas.
” Seperti di ketegori SMP, lalu di kelompok senior. Awalnya, kita hanya menargetkan dua medali emas di kelompok senior, tapi di luar prediksi Nathasya mampu menyumbang medali emas setelah mengalahkan atlet Kabupaten Bogor, Malahayati Rizqi Rizaldi di kelas -63 kg putri,” terangnya.
Pencapaian prestasi yang di raih pada kejuaraan kali ini, lanjut Budi, menjadi modal awal bagi PJSI Kota Bogor menyiapkan atlet ke ajang berikutnya. Di antaranya kejuaraan judo internasional ‘Jakarta Open 2019’ serta Popda Jabar tahun 2020.
” Untuk Jakarta Open, kita target 5 medali emas karena mempertandingkan semua kelompok usia dari SD hingga senior. Untuk Popda Jabar 2020, atlet-atlet yang di turunkan pada kejurda ini akan menjadi kerangka awal tim dan akan di gembleng dalam program pelatihan yang kita miliki,” tegasnya.
Kepala Dispora Jabar, Engkus Sutisna menuturkan, ajang di cabang olahraga judo ini menjadi ajang ke-11 dari total 12 cabang olahraga yang menggelar kejuaraan bertajuk Piala Gubernur Jabar di tahun 2019. Satu cabang olahraga lain yakni di tinju.
” Rencananya, untuk tinju akan di gelar di bulan Desember 2019 karena pada bulan November banyak agenda yang akan di laksanakan. Setidaknya ada dua agenda besar yakni balap sepeda ‘Road Race’ serta International Jabar Marathon,” ujar Engkus.
BACA JUGA:
MinyaKita di Pasar Manis Ciamis Menghilang?
Kejuaraan bertajuk Piala Gubernur Jabar sendiri merupakan salah satu bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dispora Jabar dalam meningkatkan prestasi olahraga. Selain dalam bentuk kejuaraan, dukungan lain yang di berikan yakni pelatihan-pelatihan bagi tenaga keolahragaan di Jabar.
” Untuk gelaran kejuaraan bertajuk Piala Gubernur Jabar di tahun 2020, kita masih belum memastikan jumlah cabang olahraganya karena masih dalam proses pembahasan APBD. Selain itu, cabang olahraga sedang berkonsentrasi juga menghadapi PON XX dan bisa saja kita fasilitasi cabang olahraga yang tidak berlaga di PON XX,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)


