spot_imgspot_img
Minggu 21 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tolak Satpam Impor, ABUJAPI Gelar KIPNAS 2018

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) mulai geram dengan banyaknya perusahaan-perusahaan pengelola jasa pengamanan asing yang masuk di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal itu, ABUJAPI yang mengelola Satuan Pengamanan (Satpam) menggelar Konfrensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (KIPNAS) untuk merebut kepercayaan perusahaan dan perumahan di Indonesia.

Ketua Umum BPD ABUJAPI Jabar Komaruddin Khalid menjelaskan, ada beberapa perusahaan milik asing yang sudah lama berdiri sebagai jasa pengamanan di Indonesia. Melalui konfrensi ini diharapkan bisa menjadi langkah antisipasi dari maraknya satpam-satpam asing.

“Satpam dari negara-negara, seperti Thailand atau Vietnam datang ke Indonesia, jaga lingkungan kita, jaga perusahaan-perusahaan kita, jaga perumahan-perumahan kita, ini yang harus kita antisipasi,” kata Khalid saat menggelar Konfrensi Pers KIPNAS tahun 2018, di Hotel El Royale Kota Bandung, Selasa (11/12/2018).

Terlebih Satpam impor yang dikelola jasa pengamanan asing di Indonesia sudah belajar bahasa sebagai penunjang pekerjaannya.

” Untuk itu kami membuat rekomendasi dan mendorong pemerintah agar membuat undang-undang profesi Satpam,” kata Khalid.

Tidak hanya itu, kompetensi Satpam pun ditingkatkan dalam beberapa tahapan, mulai Gada Pratama, Gada Madya hingga Gada Utama. Hal itu penting agar Satpam lokal bisa bersaing dengan satpam-satpam impor yang masuk ke Indonesia.

” Dari hasil pelatihan itu akan ada sertifikat. Sertifikasi itu untuk meningkatkan Profesionalisme, penghargaan dan taraf penghidupan, sehingga profesi ini bisa dibanggakan,” jelas dia.

KIPNAS bertajuk ‘Cetak Biru Industri Jasa Pengamanan Nasional Menuju Pemuliaan Profesi Satpam’ itu didukung Polri, Kemenaker, APSI dan Kadin dan digelar sejak 11 hingga 13 Desember 2018 di Bandung.

” KIPNAS akan dihadiri 1000 direktur, CEO BUJP, stakeholder pemerintah, swasta, akademisi dan perusahaan industri di Indonesia. Acara akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo,” kata dia.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru